Journal Reportase
Otonomi Daerah

Imigrasi Kota Depok Perketat Sistem Penerbitan Paspor 929 Permohonan Di Tolak

JROL-DEPOK,-  Untuyk mencegah  muncul teroris  pihak Kantor Imigrasi Kota Depok memperketat sistem penerbitan paspor.  Tak kurang dari 929 permohonan paspor oleh warga Depok ditolah .

paspor

Dari jumlah tersebut, 829 ditolak melalui sistem dan 110 ditolak saat wawancara pemohon paspor. “Yang dikhawatirkan mereka ke luar negeri ingin bergabung dengan gerakan radikal. Kami tolak karena keterangan dan tujuannya tidak jelas,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar, Kamis,  (29/12/16).

Selama satu tahun, kata dia, pihaknya melakukan penolakan permohonan paspor berbagai jenis. Adapun pemohon yang ditolak sistem karena mereka terindikasi menduplikasi data   Contohnya, mereka ternyata sebelumnya pernah membuat paspor di tempat lain. Otomatis sistem Imigrasi menolak permohonan mereka. “Tidak semua orang bisa diterima untuk membuat paspor. Sebab, ada indikasi menduplikasi,” ujarnya.

Kemudian  Imigrasi Depok juga menolak 110 orang karena tidak mempunyai tujuan yang jelas. Apalagi mereka mau pergi ke kawasan Timur Tengah. “Yang dikhawatirkan, mereka ingin menjadi teroris. Alasannya, mau bertemu saudara dan ada yang mau umrah,” tuturnya. “Tapi, dari sisi kehidupan pribadi, mereka susah untuk hidup dan tidak meyakinkan.”

Petugas Imigrasi berhak menolak permohonan warga jika datanya meragukan. Sebagai contoh, ada warga yang ingin umrah, tapi bekerja serabutan. “Enggak masuk akal, jadi ditolak, meski data sudah lengkap,” ucapnya. Orang yang ditolak akan ditangguhkan untuk membuat paspor. Masa penangguhan pembuatan paspor selama enam bulan. Namun, kalau yang bersangkutan dinyatakan rawan, petugas akan melakukan penolakan dan dimasukkan ke sistem.  [red]

 

Related posts

Batalyon Armed 12 Kostrad Kerahkan Dua Tangki Air Bersih untuk Korban Banjir Ngawi

Erosi Sungai Anak Citarum : Jalan Di Dusun Bungin Tanjupakis Pakisjaya Berpotensi Ambruk

redaksi JournalReportase

Jelang Natal Kapolres Cek Gereja

redaksi JournalReportase

Leave a Comment

KLIK BAHASA BERITA»