Journal Reportase
Otonomi Daerah

Uniknya Suku Tenger Di Desa Argosari Lumajang

JOURNALREPORTASE,-LUMAJANG,-Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban mengatakan, di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dengan ketinggian rata – rata 2200 Mdpl, ada terdapat SukuTengger yang bermukim di 4 kabupaten yaitu Lumajang, Probilinggo, Pasuruan dan Malang.

Masyarakat Tengger, jelas Arsal, umumnya hidup bersumber dari pertanian seperti kentang dan sayur mayur lainnya. Cuaca yang sangat dingin dan seringnya turun hujan membuat tanaman di Tengger tidak mengenal musim kapanpun bisa panen.

Salah satu yang terkenal adalah kentang yaitu dari jenis granola dan kentang merah. Terkadang sering juga disebut kentang tengger karena memiliki tekstur dan rasa yang berbeda dengan kentang sawah.

Suku Tengger memiliki adat yang unik di mana apabila menerima tamu mereka terima di dapur. Ruang dapur menjadi ruang tamu bagi masyarakat Tengger Mereka biasa bercengkrama bersama keluarga didapur karena ada perapian untuk memanaskan badan mengingat cuaca yang sangat dingin di wilayah tersebut.

Selain itu ada budaya tahunan yang dikenal dengan KARO dimana selama 14 hari masyarakat Tengger tidak boleh keluar dari desanya, dari 14 hari itu 7 hari digunakan untuk mempersiapkan

Acara KARO dan 7 hari kegiatan adatnya, di mana dalam 7 hari itu mereka harus datang kerumah – rumah warga tetangga sekitar semacam kegiatan silaturahmi orang Muslim pada saat lebaran.

Setiap orang yang mengunjungi rumah mereka wajib mencicipi makanan yang disiapkan 7 hari sebelumnya. Dalam sehari mereka bisa mendatangi sampai 100 rumah.

Arsal Sahban menuturkan, masyarakat Tengger memiliki budaya yang unik dan tinggal dikawasan yang memiliki panorama alam yang sangat indah.

Pasalnya, lanjut Arsal, rute perjalanan menuju desa Argosari memiliki keindahan tersendiri. “Kita akan melihat jurang – jurang yang cukup dalam, pohon – pohon besar yang tertutup oleh kabut serta kebun – kebun warga yang memiliki kemiringan sekitar 70 derajat,”terangnya.

Di Desa Argosari sendiri cuaca dingin yang cukup ekstrem. Karena itu, katanya, bagi wisatawan, hal ini bisa menjadi experience tersendiri. Selain itu Budaya masyarakat Tengger tidak kalah uniknya. “Seperti, menerima tamu didapur, kumpulan orang – orang membuat api unggun setiap malam, budaya karo setiap tahun dan budaya adat unan – unan setiap 5 tahun,”ujar Arsal

Lanjut Arsal menyampaikan, dari hasil pertanian holtikultura masyarakat Tengger memiliki kualitas di atas rata – rata. Wisata yang menjadi gongnya adalah B 29 atau biasa disebut NEGERI DIATAS AWAN. Ini semua, katanya merupakan potensi pariwisata yang luar biasa karena gabungan dari keseluruhannya menjadikan ekosistem wisata yang saling melengkapi sehingga terasa sempurna.

Arsal yakin, Kelak Argosari dan wilayah – wilayah lainnya di Lumajang bisa menjadi wisata unggulan di Indonesia sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Lumajang dengan penghasilan yang cukup. ” Dengan pertumbuhan itulah efek dari angka kriminalitas akan menurun bila pendapatan masyarakat cukup,”tandasnya.

Sebagai catatan di Lumajang memiliki area yang paling luas didiami oleh suku Tengger yaitu mencapai kurang lebih 55 persen. Total ada 5 desa di Lumajang yang di diami oleh suku tengger yaitu desa Ranupani, desa Argosari, desa Bedayu Talang, desa Cempoko ayu, dan desa Kandang Tepus.

Related posts

Bersama Forkompimda Bupati Kendal Temui Korban Bencana Angin Puting Beliung

JournalReportase

Penyegaran Organisasi, Kodim 0506 Tangerang Gelar Pelepasan Perwira

JournalReportase

Dandim 0507/Bekasi Cek Kesiapan TMMD

JournalReportase

Leave a Comment