JAKARTA- Ketua Umum TP Sriwijaya Komjen Pol (Purn) Susno Djuadji mengatakan, diskusi yang digelar, di Jakarta, Jumat kemarin dalam rangka Hut TP Sriwijaya ke 51 menarik untuk dikaji dan dijadikan wawasan membangun Sumsel lebih baik.
Pasalnya, para narasumber yang dihadirkan, mereka adalah putra daerah terbaik dan memahami betul kondisi Sumsel di dalam perjalanannya dari tahun ke tahun belum dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan.
Artinya, kata Susno dengan kekayaan yang melimpah yang dihasilkan diperut bumi Sumatera di bagian Selatan ini belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyatnya.
Maka sangat relevan diskusi yang diangkat bertajuk “Peran Anggota DPR RI dan Pengusaha Dalam Meningkatkan Pembangunan Di Sumatera Bagian Selatan”.
Menurut Susno, kekayaan Sumsel masuk pada urutan ke 5 dari 34 Propinsi di Republik ini. Namun, Sumsel belum bisa keluar dari kemiskinan. Jadi bisa dipahami dengan pembangunan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Sumsel belum lah optimal
Hadir nya mereka di Hut TP Sriwijaya berdiskusi bisa menjadi salah satu referensi masukan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pengusaha Sammy misalnya yang menurut Susno dengan logis memaparkan mengenai wawasan perdagangan International dengan negara adidaya Amerika, Eropa maupun Asia, khususnya tentang resersi dunia, tentang perang dagang, tentang kesempatan kita untuk berupaya dan berusaha di Negara-Negara tersebut.
“Menjalin hubungan dengan Amerika dan tentang menggali potensi dalam negeri seperti ikan nila,”terangnya.
Susno kembali mengatakan meski terkesan sepele di mana ekspor ikan nila hanya bisa memenuhi di angka 3 persen dari kebutuhan dunia. “Bayangkan jika kita bisa memasok 10 persen, berarti sudah hampir memenuhi Pasar dunia. Ini potensi yang luar biasa. Apalagi ikan nila kita terbaik di dunia,”bebernya.
Susno juga menyikapi sikap Anggota DPR RI, Erwin Singajuru, menurut mantan Ka Bareskrim Mabes Polri kepedulian dia (Erwin) terhadap Sumsel tak perlu diragukan. Erwin siap memberikan suport dan wawasan serta pandangan-pandangan yang bisa dilakukan di DPR. ” Pak Erwin mengsupport Sumsel dengan legislasi undang-undang hingga sampai berbagai anggaran Pemerintah Daerah dalam pembangunan,”pungkasnya.
Sementara Anggota DPR Komisi III Fauzi, sambung Susno tak berbeda, mereka pada prinsipnya ingin Sumsel maju dari segala bidang. Kesejahtraan masyarakat dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, kebersihan dan pembangunan infrastruktur. “Mereka ingin masyarakat Sumsel bisa menikmati secara maksimal dibidang pendidikan, kesehatan, kebersihan dan pembangunan insfrastruktur seperti pelabuhan dan bandara,”ujarnya.
Disinilah menurut Susno, TP Sriwijaya akan terus bertekad melakukan berbagai upaya memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat dan Daerah untuk bagaimana Masyarakat Sumsel bisa merasakan secara keseluruhan.
Nah, dengan adanya diskusi yang digelar menurutnya, sebagai salah satu wujud menyatukan visi untuk berbuat yang terbaik untuk Sumsel. “Diskusi ini baru sebagai permulaan dan kita lanjutkan pada diskusi diskusi berikutnya,”tuturnya.
“TP Sriwijaya membawahi 5 Provisi, permulaan kita diskusikan Sumsel, mungkin nanti bisa Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu dan Lampung,”sambung Susno.
Kelima Propinsi ini harus dibuat panggung diskusi. Karena kita ketahui 5 Propinsi kaya dengan limpahan hasil alamnya mulai dari laut, sungai, pertambangan, perkebunan dan pertanian dan bahkan hingga Pariwisatanya yang merupakan tempat strategis menyangi Negara Singapore.
Jadi, dengan adanya diskusi lanjutan di 5 Propinsi tersebut, kata Susno nantinya bisa menuai efek positif dalam rangka meningkatkan perekonomian tumbuh lebih baik lagi.”Banyak hal yang bisa kita liat dari semua aspek setelah itu, kita coba rumuskan lalu kemudian kirim ke komda masing-masing, mungkin secara general dulu, misalnya kesimpulan dari semua ini adalah kita ingin kesejahteraan Sumsel harus meningkat di Sumber Daya Manusia (SDM). Percuma saja kita punya sumber daya alam melimpah tapi SDM kita lemah,”tutupnya.
