JAKARTA -Ditengah ramainya para tokoh dan pejabat berdatangan ke Istana Jakarta sejak Senin (21/10/2019) hingga hari ini Selasa (22/10/2019), ada yang manarik pemandangan di Isatana Negara. Salah satu sang pengabdi di institusi Kepolisian, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian turut dipanggil Presiden Joko Widodo.
Namun kepada awak media, Kapolri mengaku datang ke istana guna melaporkan situasi keamanan pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Tito tiba di istana sekitar pukul 11.00 wib, didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal.
“Saya sendiri jujur, saya merasa berterima kasih kepada semua pihak, kepada Allah SWT. Karena ini pemilu yang rasanya cukup panjang. Hampir setahun lebih masyarakat terpolarisasi,” kata Tito di istana negara.
Mantan kapolda Papua dam Metro Jaya ini menilai, rentetan pemilu kali ini cukup panjang dan terberat sepanjang pengelaran pesta demokrasi.
Dirinya mengaku lega karena proses pelantikan berjalan lancar dan kondusif. Bahkan Kapolri bersyukur dan berterimakasi kepada semua pihak, khususnya kepada sinergitas TNI yang solid.
“Saya lega dan sekaligus berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung TNI-Polri, karena semua tahapan pemilu dapat berjalan secara aman, damai dan demokratis,”tutur Tito.
Beda dengan calon menteri yang lain, Tito datang menggunakan seragam Polri, bukan baju kemeja putih.
Mengenai akan menjadi menteri apa, Tito masih belum mengetahuinya. Karena ia diminta hadir baru saat ini. “Saya belum tahu. Nanti lihat saja setelah ini,” tutupnya.
