JAKARTA-JOURNALREPORTASE – Penipuan mengatasnamakan wartawan journalreportase.com baru-baru ini terjadi. Sang penipu mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) ke salah seorang pejabat di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Pemimpin Redaksi journalreportase.com Arif Yunianto mengatakan awalnya ia menerima laporan dari pejabat tersebut bahwa yang bersangkutan mendapatkan pesan WhatsApp dari kontak tidak dikenal yang pada intinya bermohon bantuan dana dengan membubuhkan identitas selaku wartawan media ini.
Arif menuturkan, pejabat yang menerima pesan itu karena merasa janggal, langsung mengkonfirmasi kepadanya.
“Seorang polisi berpangkat AKP kirim screenshot WA ke saya untuk kasih tau kalau ada yang WA ke dia pakai nama wartawan journal. Setelah saya lihat namanya memang ada nama tersebut di redaksi kami dari Biro Bangkalan,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (11/11/2022).
Selanjutnya, Arif menghubungi orang yang namanya dipakai untuk meminta bantuan itu.
“Saya langsung telepon ke wartawan kita yang di Bangkalan itu, dia kaget. Lalu bilang kenal juga tidak dengan para polisi di Jakarta, gimana mau WA,” tuturnya.
Arif pun mengkontak nomor WhatsApp yang ngaku-ngaku wartawan journalreportase.com tersebut. “Ditelepon enggak diangkat-angkat, sekarang malah udah enggak aktif nomornya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penipu tersebut menggunakan nomor WA 0877-6558-2502 dengan mengirimkan pesan sebagai berikut:
Maaf mengganggu komandan, tepat hari Senen ayah mertua dilarikan di RS Subang Jaya Medical Center menderita penyakit jantung dan hari Selasa siang pukul 12.00 WIB ayah mertua saya dipanggil oleh Allah SWT. Mohon bantuannya komandan untuk hajatan ayah mertua saya di rekeningnya kakak saya Mandiri 1400021227948, dan saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas bantuan dari komandan secara pribadi. Mohon petunjuk komandan, Supiyan Media Online Jurnal Reportase com dan hanya kali ini saja saya pribadi minta tolong sama komandan.
Arif juga mengimbau jika ada pihak-pihak yang menerima pesan serupa untuk tak mudah percaya begitu saja.”Kami sarankan bisa konfirmasi ke redaksi dahulu untuk kebenarannya,” bebernya.(AY)
