Bontang-Journal Reportase,- , Wakil Ketua DPRD Kaltim (non aktif) Dody Rondonuwu, mengaku, selama menjalani hukuman PDIP akan tetap solid.
Bahkan dia menyebutkan , saat ini sudah ada dua pelaksana tugas (Plt) ketua DPD PDIP Kaltim. Yakni, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan bekas Menteri Kehutanan Muhammad Prakosa. “Pertengahan Desember akan diputuskan siapa yang akan diusung,” katanya. Dia juga akan mengikuti proses jika nantinya di-PAW di DPRD Kaltim. Terpenting, sebut dia, semua mengikuti sistem. “Semua sudah diatur. Saya tidak bisa menghindar,” ujarnya.
Dikonfirmasi upaya untuk melakukan peninjauan kembali (PK), Dody menyebut akan dirundingkan lebih dulu dengan penasihat hukumnya. Di tempat yang sama, Plt Kejari Bontang Agus Kurniawan menyebut, kedatangan Dody bisa menjadi contoh. Agar tidak ada lagi pengingkaran hukum. “Kalaupun mengajukan PK itu tidak menghalangi eksekusi,” ujarnya.
Terkait kasus yang membelitnya terbilang berliku. Sejak mulai disidangkan pada 2009, putusan inkrah baru terbit 10 Oktober 2017. Ia merasa menjadi sasaran tembak. Kini, dirinya telah menjadi warga binaan Lapas Klas III Bontang (4/12/2017). Dia harus menjalani hukuman selama dua tahun setelah divonis bersalah melakukan korupsi saat menjadi anggota DPRD Bontang periode 2000-2004.
“Saya merasa kasus yang dialaminya terkesan dipaksakan. Sarat dengan muatan politik. Ada kekuatan besar yang mengincarnya. Terlebih jika mendekati tahun politik seperti sekarang,”ucap Dody. Sembari tersenyum Ia menuturkan didalam rumah binaan, aktivitas rutin yang dilakukan adalah ibadah, olah raga dan baca buku seputar sejarah. Sebagai pelaku politik dirinya selalu membaca situasi politik, perkembangannya, dan akhirnya membaca peluang. Apakah masih bisa maju di politik, atau tidak. [asis]
