Jakarta, Journalreportase, – Trotoar, yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki, kini menjadi sorotan setelah renovasi yang dilakukan di sepanjang trotoar depan RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. Renovasi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga setempat mengenai fungsi sebenarnya dari trotoar yang sedang diperbaiki.
Trotoar berfungsi menjaga keamanan dan kenyamanan pejalan kaki dengan memisahkan mereka dari lalu lintas kendaraan bermotor, seperti diamanatkan oleh undang-undang. Namun, renovasi trotoar ini tampak mengaburkan fungsi asli tersebut, dengan penutupan area menggunakan seng dan baja ringan serta pembokaran saluran air pembuangan di bawahnya. Selain itu, terlihat penebangan pohon dan kehadiran petugas Satpol PP yang mengawasi area tersebut setiap hari.
Warga setempat, Bapak Rony, yang merupakan tokoh di gang Pelni, merasakan adanya kejanggalan dalam proyek ini. Ia mempertanyakan apakah renovasi fasilitas umum tersebut sesuai dengan ketentuan Pemprov atau kebijakan dari RS Pelni. “Seharusnya trotoar ini bisa diperbaiki tanpa menghilangkan hak pejalan kaki,” ujarnya.
Senada dengan Rony, Bang Benny, tokoh lain di gang Pelni, berharap adanya penjelasan yang transparan mengenai renovasi trotoar ini. “Kami ingin trotoar kembali berfungsi untuk umum, bukan hanya untuk kepentingan pihak tertentu,” kata Benny.
Seruan “Trotoar oh trotoar” mencerminkan harapan masyarakat agar trotoar dikembalikan kepada fungsi semula sebagai hak pejalan kaki, sehingga kota dapat menjadi lebih ramah bagi semua pengguna jalan. Proses renovasi yang sedang berlangsung di RS Pelni ini menjadi momentum bagi warga untuk menyuarakan kepentingan mereka dalam menggunakan fasilitas umum. (red)
