JOURNALREPORTASE,-JAKARTA, Ratusan jamaah menghadiri pengajian dan bakti sosial santunan Anak Yatim Piatu yang digelar Majelis Taklim Al Fatimatul Ula, Jumat malam (01/2/2019), di Jalan Margonda Raya Gang Fatimah RT. 01/11 Kel. Kemiri Muka Kec. Beji Kota, Depok.
Adapun, tema yang diangkat pada Gelaran yang berlangsung pukul 19.00 WIB ini adalah “Islam Ikut Menjaga Keutuhan NKRI Dengan Melawan Hoax dan Fitnah”,
Kiai H. Muchtar S yang diundang sebagai pembicara, menyerukan bahwa Majelis Taklim Al Fatimatul Ula tetap konsisten ikut menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, serta memelihara tolerasi antar umat Beragama.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang terus menerus berkembang semakin pesat, menjadikan media sosial menjadi pilihan utama masyarakat dalam berkomunikasi. “Media sosial adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari,”ujarnaya.
Namun dengan kemajuan teknologi ini, menurut Kiai harus dihadapkan dengan kebebasan setiap orang dalam membuat serta membagikan informasi.
“Dalam kurun waktu setahun belakangan ini, Indonesia dihadapkan dengan maraknya berita hoax di media sosial. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi atau kelompok,”sambung Muchtar S.
Dihadapan para jamaah yang hadir tak kurang dari 150 orag Kiai Muchtar S kembali menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merilis fatwa tentang haramnya menyebar berita hoax. Hukum haram ini terdapat pada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Memproduksi, menyebar dan atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak hukumnya haram, demikian salah satu poin dari Fatwa MUI.
Untuk itu, Ia mengingatkan, apabila kita menerima berita atau konten di media sosial hendaklah teliti dahulu jangan langsung percaya apalagi mengshare kemana-mana. “Bila kita tidak teliti terhadap hoax, maka kita bisa jadi salah satu penyebar dosa kebohongan. Cerdaslah dalam bermedia sosial,”Kiai Muchtar menambahkan.
Sebagai Warga Negara yang baik, Kiai H. Muchtar S mengajak marilah kita ikut mensukseskan hajat Bangsa Indonesia dalam waktu dekat yaitu Pemilu 2019 pada tanggal 17 April 2019 nanti, pilihlah pemimpin yang baik dan amanah, berbeda pilihan boleh tetapi jangan sampai memutus tali silaturahmi.
“Apapun hasilnya, pemilu nanti dan siapapun yang menang dan terpilih sebagai pemimpin, maka marilah kita laksanakan kewajiban kita sebagai rakyat yaitu mendengar dan taat kepadanya sebagaimana ajaran Al-Qur’an dan sunnah, selagi tidak memerintahkan kepada maksiat. Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridhoi-Nya. Aamiin,”pinta Kiai Muchtar.
