JournalReportase.com, Dibawah komando Helmy Yahya, TVRI terus berbenah diri untuk menjadi yang terbaik sebagai lembaga penyiaran publik milik negara. Hal ini ditunjukan dengan capaian yang didapat TVRI. Seperti diketahui paska tiga tahun berturut-turut terhitung sejak 2014-2016 TVRI mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Namun di tahun 2019 ini Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kali pertama. Opini tersebut diberikan berdasarkan laporan keuangan TVRI di 2018 kemarin.
Anggota III BPK Achsanul Qosasi menyebutkan, apresiasi tinggi perlu diberikan kepada TVRI. Sebagai lembaga negara yang bergerak di bidang penyiaran, TVRI mampu meraih prestasi yang prestisius. Dia juga menambahkan, meski sudah mendapatkan Opini WTP, LPP TVRI harus akuntabel dan dapat dipercaya. Tata kelola keuangan tetap dijaga, karena fundamentalnya adalah transparansi dan terdapat beberapa catatan yang diberikan BPK yang perlu dibenahi TVRI.
“ada beberapa catatan dari kami, dan ini harus ditindaklanjuti oleh TVRI untuk peningkatan ke depannya,” sebut Achsanul, saat tasyakuran atas raihan WTP dan di Lobby GTO TVRI Senayan Jakarta Pusat, Senin (17 Juni 2019).
Capaian tersebut membuat Komisi I DPR RI sepakat menaikkan pagu anggaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI sebesar Rp224 miliar, karena sebelumnya, anggaran LPP TVRI hanya mendapat dana Rp950 miliar.
“Kenaikan anggaran sekarang Rp224 miliar, jadi total anggarannya Rp1,3 triliun setelah laporan keuangan LPP TVRI sudah dinyatakan WTP,” sebut Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari saat syukuran dalam rangka perolehan Opini WTP LPP TVRI, Senin (17/6).
Ditambahkannya bahwa WTP menjadi penanda prinsip-prinsip keuangan TVRI sudah sesuai, serta tidak ada salah saji material. “Kepercayaan pertama kali dari komisi I, wujudnya dari pagu indikatif tidak ada yang dicoret. Namun tetap secara keseluruhan dibahas secara utuh,” lanjutnya.
Sementara itu Direktur Utama LPP TVRI, Helmy Yahya mengungkapkan, bahwa perolehan WTP ini adalah pencapaian di bidang keuangan TVRI guna menjaga aset negara. Lembaga penyiaran publik yang memiliki 29 kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia ini berusaha untuk terus bisa dipercaya para mitra kerjanya.
“Sejak 29 November 2017, pertama kali saya menjabat sebagai direktur utama sudah diberikan amanat agar dapat mengejar ketertinggalan akuntabilitas dengan perusahaan swasta. TVRI ini masih jauh tertinggal, sementara televisi swasta yang sumber dayanya masih sedikit sudah main sampai triliun. Alhamdulillah untuk pertamakalinya TVRI mendapat WTP dalam masa diperiksa BPK. Kami berterima kasih atas peran serta dari seluruh stasiun daerah maupun berbagai pihak. Termasuk Komisi I sehingga TVRI mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2018” kata Helmy.
Helmy menegaskan bahwa untuk mencapai WTP bukan perkara gampang. Karena sebumnya hattrick (selama 3 tahun berturut-turut) pada Tahun 2014 s.d. 2016 Laporan Keuangan LPP TVRI memperoleh opini disclaimer (Tidak Memberikan Pendapat), kemudian meningkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada Tahun 2017, akhirnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2018.
Helmy juga membeberkan, untuk tahun ini anggaran yang diberikan kepada TVRI sebesar Rp 1,1 triliun. Jumlah tersebut, kata dia, akan ditambah lagi sebesar Rp 224 miliar pada tahun depan sehingga berjumlah sekitar Rp 1,3 triliun. Meski terdapat adanya kenaikan anggaran yang diterima, menurut dia, hal tersebut belum dapat mengakomodasi keperluan penyiaran yang lebih progresif.
“Jika dibandingkan dengan (televisi) swasta, anggaran operasional mereka setahun bisa sampai Rp 4 triliun. Padahal karyawan TVRI jauh lebih banyak dibanding swasta, ini yang jadi tantangan, untuk itu kalau bisa ditambah (anggarannya), itu bisa lebih baik lagi,” kata Helmy.
Kendati demikian dia menegaskan, TVRI akan terus berupaya memberikan peningkatan kualitas penyiaran dan dapat kembali diterima di tengah-tengah masyarakat. Hal itu, kata dia, ditandai dengan beberapa program sentral seperti Debat Calon Presiden serta tayangan olahraga yang dipercayakan ditayangkan di TVRI.
“Tapi kami bersyukur, sejak 2017 sampai 2018 kemarin, ada kenaikan rating TVRI sebesar dua kali lipat,” sebut dia.
