JournalReportase-Lumajang- Polres Lumajang dan Tim DVI Polda Jatim membongkar pemakaman salah satu warga yang beberapa bulan lalu diketemukan warga seorang remaja bernama Muhammad Fiqih Sundafa tewas dengan cara gantung diri disebuah pekarangan seorang warga. Satreskrim Polres Lumajang beserta tum DVI Polda Jatim melakukan penggalian dan pembongkaran makam di TPU Ds. Bades Pasirian, Sabtu (29/12) Pukul 11.15 WIB.
Puluhan aparat kepolisian diturunkan dan mengamankan pembongkaran makam yang menjadi perhatian masyarakat banyak.
Meski tinggal tulang belulang dan bagian tubuh yang sudah hancur, dokter forensik Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim mulai melakukan autopsi mayat sekitar pukul 12.00 WIB. Proses autopsi mayat tak bisa dilihat lantaran ditutupi kain.
Proses autopsi mayat pun berlangsung selama tiga jam lebih. Setelah proses autopsi itu, mayat fiqih kembali dimakamkan. “Autopsi mayat ini, pastikan penyebab meninggalnya Muhamad Fiqih Sundafa,” kata AKP Hasran , Kasat Reksrim Polres Lumajang.
Hasran lebih lanjut, menerangkan dulu pihak kepolisian menawarkan kepada pihak keluarga untuk melakukan autopsi. Tujuannya, untuk mengetahui kematian secara pasti, namun ditolak oleh keluarga.
Autopsi ini dilakukan atas dasar permintaan dari keluarga fiqih yg sebetulnya saat kejadian pada bulan september 2018 keluarga korban tidak berkenan di autopsi pada diri fiqih. Maka itulah, pihaknya melakukan autopsi mayat. “Sebenarnya seusai penemuan almarhum, kami telah menawarkan autopsy, namun sama mereka ditolak. Jadi langsung dikebumikan. Namun beberapa hari belakangan pihak keluarga membuat laporan dan mendorong untuk kami melakukan autopsy. Biar jelas, apakah fiqih mati murni gantung diri atau faktor lainnya,” tegasnya Hasran.
Meskipun demikian pada saat ditemukan menggantung, banyak kemungkinan yang mendorong perspektif bahwa si korban murni melakukan gantung diri. Diantaranya adalah tali yg menjerat leher korban terlihat menggunakan simpul hidup, serta lidah yang menjulur dari korban yang menandakan kehabisan pasokan oksigen kedalam tubuh. Selain itu juga posisi tubuh tergantung seperti duduk dan kedua kaki menyentuh tanah serta pada leher terdapat jeratan yang menggunakan switer kaos lengan panjang warna abu-abu (satu lengan kaos terikat dileher dan satu lengan kaos terikat bambu).
Bila telah ada kepastian penyebab kematian fiqih, pihaknya bisa memastikan penyebab meninggalnya korban.
Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Shahban mengatakan, proses autopsi mayat itu, merupakan bentuk penyelidikan aparat kepolisian membongkar penyebab kematiannya. “Ini juga merupakan tanggung jawab kami sebagai pihak yang berwenang untuk mengungkap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pihak keluarga akhir akhir ini merasa ada yang ganjil terhadap kematian almarhum. Jangan sampai keluarga menduga yang tidak tidak dan malah berprasangka buruk pada salah satu pihak yang dicurigai terkait kematian almarhum”. Tegas Arsal.
Seperti diberitakan sebelumnya terjadi penemuan remaja yg gantung diri di pekarangan rumah seorang warga di Dusun Krajan , Desa Bades, Kecamatan Pasirian, jumat 28 September 2018, sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diketemukan warga yg saat itu hendak pergi kekebunnya, awalnya dikira ada orang tidur akan tetapi setelah didekati ternyata gantung diri dan kemudian berteriak meminta tolong ke warga sekitar dan dilaporkan ke Polsek Pasirian.
