JournalReportase.com, Polisi Republik Indonesia (POLRI) terus berbenah diri untuk bisa menjadi pengayom masyarakat yang baik. Komitmen tersebut juga ditunjukan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dengan memberikan pelatihan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) menggunakan 3D Laser Scanner yang langsung didatangkan dari Swiss.
Brigjen Pol Pujiono Dulrahman selaku Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korps Lalu Lintas Polri mengatakan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Polda di Indonesia dimana masing-masing mengirimkan perwakilannya.
“Masing-masing polda ada 3-4 orang. Total 128 anggota,” ungkap Pujiono ditemui usai acara pemaparan pelatihan kemampuan olah tkp laka lantas dengan menggunakan 3D Laser Scanner guna mewujudkan Polantas yang promoter di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (12/4).
Pelatihan itu dilakukan agar anggota Korps Lalu Lintas Polri mengetahui cara penggunaan alat buatan Swiss tersebut ketika melakukan rekonstruksi kasus kecelakaan.
“Kita akan terus latih, ada video dan animasi. Ada modulnya juga, ada tutorial, jadi jika di lapangan ada kesulitan tinggal telepon,” ucapnya.
“Sekarang 80 persen (paham). Kita kan ada video atau animasinya, kalau dia lupa lihat videonya, caranya seperti apa. Kalau ada kesulitan di lapangan tinggal telepon,” lanjutnya.
Pujiono mengatakan pelatihan serupa akan terus dilakukan sembari mengikuti perkembangan teknologi agar tidak sampai ketinggalan zaman. Penanganan kasus kecelakaan pun didapatkan hasil yang akurat.
Pujiono juga menyebutkan sejauh ini Korlantas Polri sudah mempunyai 39 buah alat 3D Laser Scanner tersebut yang tersebar di beberapa Polda di Indonesia, malah Pujiono juga menjanjikan kalau kedepannya teknologi buatan Swiss tersebut bakalan juga dimiliki oleh seluruh Polres di tanah air.
“Sekarang kita punya alatnya sebanyak 39, kedepannya bakalan menyusul alat tersebut dimiliki juga oleh Polres-Polres tergantung bagaimana kebutuhan dan anggaran yang dimiliki Korlantas,” sebut Pujiono.
