JournalReportase.com, Euforia terhadap pesta olahraga Asian Games 2018 kemarin sepertinya belum surut sepenuhnya, karena masih berlanjut dengan Asian Para Games 2018. Dimana Indonesia (Jakarta) juga dipercaya sebagai tuan rumahnya. Bukan hanya para atlet saja yang merasakan gempita dari kedua pesta olahraga tersebut, namun para pekerja seni dibidang lainpun turut begelora merayakannya dengan caranya masing-masing.
Seperti para pekerja film (sineas) yang juga membuatkan film bertemakan olahraga seperti ‘Kempo Girl’. Seperti judulnya, film produksi perdana Satyamitra Waspada ini dibintangi oleh sejumlah atlet Kempo berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional.
Adalah, Larasati (atlet Kempo DKI yang meraih juara 2 pada Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di San Fransisco, AS) dipercaya menjadi pemeran utama, bersama atlet Kempo lainnya seperti, Bagus Virsyahdila, Bella Sukma Wardhani, Ahmad Idris, dan Ramasti Pratiwa. Sejumlah atlet tersebut, oleh sutradara Juan dan asistennya Bintang Panduko diarahkan untuk berakting di depan kamera, untuk sebuah karya film drama berlatar beladiri Kempo.
Putu Tjandra Wijaya selaku Produser mengatakan, melalui Kempo Girl, dirinya ingin berbuat sebuah karya untuk dunia beladiri Kempo di Tanah Air.
Taklukkan dirimu sebelum menaklukkan orang lain, kuasai dirimu sebelum menguasai orang lain. Demikian salah satu filosofi yang selalu ditanamkan kepada para atlet beladiri, termasuk Kempo. Filosofi inilah yang menjadi landasan utama dalam film Kempo Girl, sekaligus coba disampaikan dalam bentuk cerita sosok sang gadis yang diperankan Larasati yang juga atlet Kempo di kejuaraan dunia untuk belajar mengendalikan emosi dan disiplin saat ia menimba ilmu olahraga beladiri Kempo.
“Melalui film ini kami ingin mengangkat filosofi Kempo, sekaligus mendedikasikan film ini demi kemajuan olahraga Kempo di tanah Air. Kalau filmnya sendiri sudah mulai tayang sejak Sabtu, 22 September 2018,” kata Putu Chandra Wijaya selaku produser usai merilis film Kempo Girl di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Sabtu (22/9).
Sayangnya film mini seri berdurasi satu jam ini hanya tayang di channel Youtube padahal, film ini digarap dengan format layaknya film yang edar di bioskop.
”Konsep awalnya, kita ingin lebih mengenalkan olahraga Kempo. Jadi kita coba tidak cari keuntungan bisnis,” sambung Putu.
Dipaparkannya lebih lanjut, film ini bercerita seorang remaja puteri yang memiliki hobi olahraga beladiri Shorinji Kempo.“Larasati yang meraih peringkat kedua dalam Kejuaraan Dunia Shurinji Kempo. Pemain lainnnya adalah atlet Pelatda DKI Jakarta. Lalu ada Bella yang atlet Kempo Jawa Barat,” terang Putu.
Bicara soal proses pembuatan film ini, sang pemeran utama, Larasati mengaku jika perlu waktu cukup lama menguasai perannya dalam film ini.
”Aku sendiri dapat lawan akting sama Revi, susahnya kita itu kan jarang ketemu. Susah satuin feel-nya. Ditambah lagi kita harus benar-benar tunjukin teknik Kempo-nya juga dan itu harus take berkali-kali,” ucap Larasati yang juga sedang merayakan hari ulang tahunnya ke 17 bersamaan dengan dirilisnya film ‘Kempo Girl’.
Film ini sendiri dilengkapi sebuah Original Soundtrack (OST) berjudul ‘Aku Pasti Bisa’ dan ‘Takdir’ ciptaan Ilham ‘Idol’ Baso. OST ‘Kempo Girls’ ini seolah mempunyai energi tersendiri ketika dinyanyikan oleh Tarie. Video klip dari dua single ini sudah mengudara di Youtube sejak 4 Agustus 2018 lalu.
