Journal Reportase
Breaking News

Kapolda PMJ Kalungkan Medali Emas Kepada Rahmad Lulusan Terbaik SPN Lido

JOURNALREPORTASE,- JAKARTA –Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Pramono resmi melantik 544 bintara remaja angkatan 41 Tahun Ajaran 2018-2019, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido Polda Metro Jaya, Sukabumi, Senin (4/3/2019).

Ratusan bintara muda yang akan di tempat di Mabes Polri dan Poldo Metro Jaya diterpa Ilmu Kepolisian selama tujuh Bulan.

Usai melantik Kapolda berpesan agar seluruh prajurit yang bertugas untuk negara ini senantiasa patuh dan taat dengan peraturan Undang Undang Dasar 45 serta Pancasila. Selain itu mengabdi dengan sungguh dalam rangka melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.”Bertugas lah dan mengabdi dengan sungguh sungguh untuk bangsa dan negara. Ini pangilan yang amanah,”ujar Kapolda.

Ditengah keceriaan dan kebahagian para Bintara, ada sosok muda dari sekian yang lulus memperoleh predikat terbaik, adalah Rahmad yang Juli 2019 nanti baru genap berusia 20 Tahun. Brigadir Dua Rahmad Lulusan SMK farmasi memperoleh nilai tertinggi 8.389 dinobatkan sebagai lulusan terbaik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido Polda Metro Jaya dari 544 yang dilantik

Penghargaan berupa medali emas dikalungkan langsung oleh Kapolda dalam upacara pelantikan tersebut.

Usaha keras Rahmad selama tujuh bulan pendidikan terbayarkan dengan diumumkan namanya sebagai lulusan terbaik SPN Polda Metro Jaya. Dan memberikan suatu kebahagian, terutama kepada orang tuanya.

“Alhamdulillah sangat bangga bisa membanggakan kedua orangtua, saya ingin membuat orangtua saya menangis haru, bukan menangis sedih dengan saya, itu yang saya harapkan dalam hidup saya,” kata Rahmad.

Berikutnya, Rahmad ditempatkan di Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dimana itu sesuai dengan dasar keilmuan sebelumnya, yang merupakan lulusan dari sebuah SMK Farmasi di Klender, Jakarta Timur.

Sang ibunda Komariah yang ditemui media berharap anaknya menjadi polisi yang jujur dan tidak sombing. “Jadilah polisi yang jujur, benar-benar mengabdi, jangan sombong jangan angkuh, memandang manusia itu jangan sebelah mata, jadilah polisi yang mengabdikan dirinya kepada negara dan masyarajat. Cari rejeki yang halal biar kecik buat keluarga, buat orangtua, biar lancar,” kata Komariah.

Awalnya, tak terbesit sama sekali dipikiran Komariah anaknya bisa menjadi anggota kepolisian, lantaran ia hanya anak dari seorang tukang ojek pasar dan pedagang sayur keliling.

“Kan image masyarakat jadi polisi pakai duit ratusan juta. Jangankan ratusan juta, kalau mama enggak dorong gerobak, enggak bisa punya duit,” kata Komariah pada wartawan Senin siang.

Namun berkat kegigihan, dan niat yang kuat untuk mengubah nasib keluarganya, Rahmad yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta, meminta restu kepada orangtuanya untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Polri.

Ia ingin mematahakan stigma di masyarakat yang menyebutkan, jika ingin menjadi anggota kepolisian harus dengan biaya yang sangat mahal. Inilah bukti seorang anak muda di lingkungan keluarga sederhana, tapi bisa menjadi inspiratif anak anak muda lainya di Indonesia.

Related posts

Istana Bogor, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Sampaikan Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

JournalReportase

Untuk Kebutuhan Pemilu 190 Warga Binaan Lapas Pemuda Tangerang Dapat Perekaman e KTP dari Disdukcapil

JournalReportase

Bersama Ribuan  Ojol di Jatim, Kapolri Pastikan Bermitra Jaga Kamtibmas Kondusif

JournalReportase

Leave a Comment