Journal Reportase
BUMN/EKBIS

Jasa Marga Konsisten Tingkatkan Layanan

JournalReportase,-Jakarta,- PT Jasa Marga (Persero) Tbk., sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, terus meningkatkan layanan bagi pengguna jalan tol melalui berbagai inovasi.

Hal tersebut tidak telepas dari kepemimpinan yang diterapkan oleh segenap pimpinan Jasa Marga.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani memaparkan, pada saat jalan tol pertama kali beroperasi, Jalan Tol Jagorawi di tahun 1978, Jasa Marga adalah kepanjangan tangan Pemerintah. Jadi, sebagai perusahaan sekaligus regulator.

“Membangun, mengoperasikan, dan mengatur jalan tol, satu-satunya di Indonesia. Jadi, memang sebagai regulator dan birokrat,” jelas Desi saat mengisi _sharing session_ pada Program Pengembangan Kepemimpinan Berjenjang (PPKB) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Wisma Mulia II, Jakarta, Senin (15/10).

Ia menambahkan, memasuki tahun 2005, hak regulasi Jasa Marga diambil kembali oleh Pemerintah dan dikembalikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Maka, Jasa Marga bukan lagi satu-satunya Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di tanah air. Dengan kata lain, Jasa Marga juga harus berkompetisi dengan BUJT-BUJT yang lain.

“Nah, inilah satu _milestone_ di Jasa Marga bagaimana dari birokrat yang kemudian menjadi pengusaha,” lanjut Desi.

Menurutnya, di tengah gencarnya Pemerintah membangun berbagai infrastruktur, sebagai pimpinan ia harus mengubah kultur yang sebelumnya birokratis, menjadi perusahaan yang kompetitif dengan memberikan _service excellence._

“Dan bekerja lebih cepat berkali-kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Desi juga memaparkan mengenai Tata Nilai Perseroan yang dikenal dengan APIC _(Agility, _Profesionalism_, _Integrity_, _Customer Focus)._ Tak ketinggalan, Desi juga menyampaikan, berbagai inovasi Jasa Marga dari sisi pendanaan. Sampai sejauh ini, Jasa Marga telah menerbitkan sebanyak lima alternatif pendanaan sejak tahun 2017, seperti Sekuritisasi Pendapatan Tol, _Project Bond_, _Komodo Bond,_ Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) hingga yang paling anyar adalah Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

Paparan Desi Arryani mendapat respon positif dari para peserta. Heri Santosa, misalnya, terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh pimpinan Jasa Marga.

“Kalau saya bandingkan dengan OJK yang merupakan sublimasi dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan semuanya sebagai regulator. Namun, Jasa Marga ini bertolak belakang, yang tadinya regulator menjadi pebisnis jalan tol sehingga untuk melakukan transformasi luar biasa,”ujarnya.

Related posts

Dibangun Dengan Dana SBSN, Jembatan Musi 4 Kini Sudah Bisa Dilalui

JournalReportase

Kredit Sindikasi Dana Talangan Tanah Rp950 Miliar Untuk Jalan Tol Cinere Serpong

JournalReportase

EBITDA Tumbuh 14,5%, Jasa Marga Jaga Kinerja Positif

JournalReportase

Leave a Comment