JOURNALREPORTASE-JAKARTA-Kegembiraan masyarakat mendatangi bilik suara tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya pada Rabu 17 April 2019, patut diapresiasi.
Oleh karena itu, pesta demokrasi yang laksanakan lima tahun sekali di tanah air, Aplikasikasi Ayo Jaga TPS turut mengawal pelaksanaan pencobloson Capres dan Cawapres
Berbeda dengan hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survey lainnya atau quick count Pilpres. Pasalnya Aplikasi Ayo Jaga TPS bukanlah sebagai lembaga survey yang saat ini masih terus melakukan penghitungan cepat yang dipublikasikan lewat media.
Hal tersebut dikuatkan dengan memperoleh dari hasil siaran yang masuk melalui aplikasi Ayo Jaga TPS sebanyak 200.000 TPS lebih dengan seberang di 100.000 lebih TPS di Kota dan Kabupaten di 34 Provinsi yang ada di Indonesia saat ini.
Bahkan, untuk sementara hasil peroleh persentase Capres dan Cawapres di pesta demokrasi Pemilu yang di rilis Rabu petang, (17/4/2019) terekap dimana pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Sandiaga Uno unggul dengan angka 59,74% terhadap pasangan calon Petahana, Jokowi-Ma”ruf Amin yang hanya memperoleh suara 40,26% sesuai hasil suara yang masuk melalui Aplikasi Ayo Jaga TPS pada pukul 15.00 WIB.
Co Founder AyoJagaTPS, James Falahudin menjelaskan hasil suara yang diperoleh pihaknya saat ini, melalui penghitungan dari laporan masyarakat yang menggunakan aplikasi Ayo Jaga TPS
“Jokowi – Maruf 40,26 dan Prabowo – Sandi 59,74,” kata Co Founder Ayo Jaga TPS M. James kepada awak media, di Bakoel Kofee, Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).
James mengatakan kehadiran Aaplikasi Ayo Jaga TPS dimasyarakat saat ini, bukan untuk membela salah satu dari kedua Paslon yang berkontestasi di Pilpres tahun 2019 ini. Misi utama dari pada Aplikasi Ayo Jaga TPS itu, dia menegaskan untuk menjaga perolehan perhitungan suara Capres dan Cawapres dari berbagai kecurangan.
Karenanya, apa bila terjadi kecurangan penghitungan suara, maka, kata dia sangat merusak terhadap pesta demokrasi di tanah air yang gelar satu kali dalam lima tahun tersebut.
“Misi utama AyoJagaTPS adalah menjaga perolehan suara Capres dan Cawapres dari segala bentuk kecurangan, yang berpotensi merusak pesta demokrasi,” terangnya.
James mengaku, selama dua hari terakhir ini, aplikasi ayojagatps tersebut, dihack berkali-kali oleh pihak yang tak bertanggung jawab. James menduga bahwa orang yang melakukan hack pada aplikasi ayojagatps tersebut adalah orang-orang yang tidak ingin Pilpres ini berjalan secara jujur, adil dan transparan.
“Namun, ternyata ada yang tidak suka Pilpres berjalan Jujur, Adil dan Transparan. Dalam dua hari terakhir, website dan Aplikasi ayojagatps.com berkali-kali dihack (Crack), oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.
Meski begitu, pihaknya kata James, terus berusaha untuk mengantarkan serangan atau gangguan tersebut. Hal ini guna mewujudkan bahwa pesta demokrasi yang di selenggarakan oleh bangsa Indonesia saat ini adalah Pemilu yang dilaksanakan secara damai.
“Kami pun terus berusaha agar “gangguan” dan serangan ini bisa segera selesai, demi menghadirkan Pilpres yang damai,” tuturnya.
Sebab, AyoJagaTSP beber James, bukanlah sebuah lembaga survei, melainkan flatform mobile bagi masyarakat luas yang ingin berpartisipasi secara independen untuk berkontribusi dalam rekapitulasi.”Kita tak berpihak ke 01 maupun ke 02,” tutupnya.
