JAKARTA-JOURNALREPORTASE- Direktur Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Alamsyah Wijaya, mengatakan pilihan Masyarakat terhadap simulasi nama nama Ketua Umum Partai Politik yang memliki kursi di DPR RI jika diusung sebagai Bakal Capres 2024 dan ditanyakan jika dilakukan pemilihan presiden dimasa covid 19 tokoh mana yang akan dipilih nanti ? maka survei menunjukan bahwa sebanyak 12,8 persen belum /tidak akan menentukan pilihannya, dan sebanyak 76,8 persen menyatakan akan memilih , dan selebihnya 10,4 persen tidak menjawab/rahasia
Hasil survei juga menunjukan keinginan dan pilihan publik terhadap bakal calon presiden yang di inginkan kader partai politik dan non kader parapolitik dan sebanyak 30,6 persen ingin calon presiden tidak harus kader partai dan 32,1persen lainnya menginginkan calon presiden dari kader partai dan sebanyak 30,2 persen tidak mempermasalahkan kader partai atau bukan kader partai dan sebanyak 7,2 persen tidak menjawab
“Dari Hasil survei terekam bahwa sebanyak 48,2 persen menyatakan lebih suka jika Presiden mendatang dari kalangan sipil dan sebanyak 29,7 persen dari kalangan TNI/Polri dan sebanyak 10,4 persen dari kalangan tokoh agama dan sebanyak 11,7 persen tidak memberikan pendapat ,” ujarnya.
Dan dari sebanyak 76,8 persen responden yang menyatakan akan memilih jika pilpres digelar hari ini maka jika Ketua Umum Parpol yang akan diusung sebagai capres di pilpres 2024 dan hasil survei menunjukan dukungan masyarakat atau kecenderungan pilihan masyarakat disaat pandemi covid-19, kepada Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar menjadi presiden sebagai suksesor Jokowi menempati urutan tertinggi dipilih sebanyak 30,70 persen dan diurutan kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 20,20 persen , lalu diurutan ketiga ditempati oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipilih sebanyak 14,3 persen ,dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 10,8 persen dan nama ketua umum lainnya diabwah 10 persen yang memilih .
Selain itu, ketika dilakukan simulasi nama nama Ketua Umum Parpol dan nama nama non ketum parpol ,dan di tanyakan kepada 1820 respoden dengan pertanyaan tokoh mana yang akan menjadi pilihan respoden jika pemilihan presiden digelar hari ini dan pilihan dari sebanyak 76,8 persen responden yang menyatakan akan memilih jika pilpres digelar hari ini.
Maka hasilnya adalah sebagai berikut Airlangga menjadi tokoh yang dipilih paling tinggi sebanyak 11,8 persen dan hanya seleisih dengan Ganjar Pranowo yang dipilih sebanyak 11,7 persen ,tingkat elektabilitas Airlangga terdongkrak dengan keberhasilnya dalam menjalan tugas dari Presiden Jokowi dalam melakukan penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi.
Sementara tingginya tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo diakibatkan pergerakan yang sangat massive dari para relawan Ganjar Pranowo for presiden baik melalui serangan darat langsung ke masyarakat maupun di media sosial ,dan diurutan ketiga ditempati oleh Ketua Umum Gerindra 10,2 persen.
Kemudian yang menarik dari hasil temuan survei yaitu Gatot Nurmantyo dipilih sebanyak 8,1 persen yang merupakan tokoh dari kalangan TNI yang bukan pejabat negara ,pimpinan parpol atau kader parpol.
“Hal ini menunjukan kalau Gatot Nurmantyo menjadi simbol antitesa dari para tokoh tokoh parpol dan pejabat negara yang punya kesempatan maju sebagai Capres ,kemudian disusul oleh Puan Maharani dengan tingkat keterpilihan 7,6 persen yang menjadikan Puan Maharani hari ini menjadi wanita yang memiliki pengaruh paling kuat dalam jagat perpolitikan Indonesia ,” ucapnya.
Selanjutnya, Moeldoko yang juga dari kalangan TNI dengan 7,6 persen ,Tri Rismaharini yang sangat vulgar dan fenomenal selama menjabat Mensteri sosial menjadi pilihan publik dengan 4,4 persen dan disusul Anies Baswedan yang hanya dipilih sebanyak 3,3 persen.
Kemudian Muhaimin Iskandar 3,2 persen , Megawati Soekarnoputri 2,5 persen , Ridwan Kamil 1,9 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen ,dan tokoh ketua umum parpol lainnya dibawah 1 persen dan yang tidak memilih sebanyak 23,2 persen.
“Hal ini menunjukan bahwa belum ada capres yang tingkat keterpilihannya bisa melewati para pemilih yang belum menentukan pilihannya jika pilpres digelar hari ini ,” sebutnya.
