JAKARTA – JOURNALREPORTASE – Langkah taktis Korps Bhayangkara dalam menggelar operasi pemberantasan narkoba secara serentak di berbagai wilayah Indonesia menuai apresiasi luas. Tidak hanya datang dari kalangan parlemen dan organisasi kemasyarakatan, gelombang dukungan penuh juga disampaikan oleh komunitas pers nasional.
Paguyuban Jurnalis Mitra Polri (JMP) secara resmi menyatakan apresiasi tinggi atas keberhasilan Bareskrim Polri beserta jajaran polda di seluruh Indonesia dalam membongkar berbagai jaringan mafia narkotika selama sepekan terakhir.
Ketua JMP, Ikhwan Andi Aziz, menegaskan bahwa keseriusan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri di bawah arahan Brigjen Pol. Kristian P. Siagian—yang menyatakan aparat “tidak akan tidur” demi memutus rantai peredaran narkoba—telah membuahkan hasil konkret di lapangan.
Keberhasilan penindakan ini terlihat jelas dari upaya pembersihan kawasan hotspot rawan peredaran narkoba, seperti Kampung Boncos dan Kampung Ambon di Jakarta, serta razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Riau dan Makassar. Hal tersebut membuktikan bahwa negara hadir secara totalitas dalam melindungi masyarakat. ”Kami dari Paguyuban Jurnalis Mitra Polri melihat ada keseriusan yang sangat luar biasa dari jajaran kepolisian saat ini. Semboyan ‘sikat bandar dan pulihkan pengguna’ bukan sekadar jargon, tetapi diwujudkan melalui penyegelan sarang-sarang narkoba dan tindakan tegas tanpa kompromi,” ujar Ikhwan, Jumat (16/10).
Sebagai mitra strategis yang setiap hari mengawal isu-isu penegakan hukum, Ikhwan menambahkan bahwa JMP berkomitmen untuk terus menyajikan pemberitaan yang objektif, transparan, dan edukatif.
Langkah pengawalan pemberitaan ini dinilai krusial guna menahan laju persebaran informasi palsu atau hoaks yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan sindikat tertentu untuk mengaburkan operasi aparat.
Di sisi lain, JMP juga menyampaikan catatan konstruktif agar pengawasan internal Polri terhadap personel di satuan narkotika tetap diperketat demi menjaga integritas institusi.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh dan penguatan intelijen mutlak diperlukan agar tidak ada celah bagi oknum internal mana pun yang mencoba menjadi pelindung atau beking dari jaringan barang haram tersebut.
Operasi pembersihan masif ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten guna memastikan ruang publik, lingkungan kampus, serta kawasan permukiman benar-benar steril dari ancaman narkotika.
Melalui momentum ini, JMP juga mengajak seluruh elemen jurnalis di Indonesia untuk terus mendukung serta menyebarluaskan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), agar warga semakin berani melaporkan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar melalui saluran resmi kepolisian.
Update berita : Arif Yunianto
