Journal Reportase
News

Bakar Ban di Cikini, HMI Cilosari Protes Kenaikan Harga BBM dan Kecam Pemerintahan Prabowo-Gibran

MJAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilosari menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Cikini Raya, tepatnya di depan gerai KFC Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026) malam.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Massa aksi membakar sejumlah ban bekas dan menutup sebagian badan jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan Cikini sempat mengalami perlambatan. Selain berorasi menggunakan pengeras suara, peserta aksi juga menghentikan sejumlah kendaraan dinas yang melintas di lokasi.

Dalam orasinya, orator menilai pemerintah tidak memberikan respons memadai atas dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat. Mereka menyebut kondisi ekonomi nasional semakin memburuk dan mengkritik Presiden karena dianggap belum memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan tersebut.

“Kenaikan harga BBM hanya memperburuk kondisi ekonomi rakyat. Pemerintah harus menjelaskan alasan kebijakan ini dan dampaknya terhadap masyarakat kecil,” ujar orator.

Massa juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami tegaskan kembali, kita ekonomi makin melemah maka masa depan Bangsa Indonesia perlu dipertanyakan. Kami memperingatkan kepada pemerintahan Prabowo- Gibran bahwa rezim yang dipimpin oleh Prabowo Gibran ini telah gagal total, mulai dari kenaikan Harga BBM melemahnya Rupiah terhadap dolar sampai ditangkapnya petinggi BGN oleh Kejagung,” ucapnya.

Mereka menilai berbagai persoalan ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan sejumlah kasus hukum yang menjerat pejabat negara, menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengelola negara.

Untuk itu, pemerintah didesak mencabut kebijakan kenaikan BBM dan menyusun langkah-langkah yang lebih berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah. “Dengan kebijakan maupun pidato yang disampaikan hanya menyengsarakan rakyat, rezim Prabowo-Gibran tidak pernah mementingkan kesejahteraan rakyat mereka hanya mementingkan kesehjateraan para elit politik dan segelintir kelompok individu.Oleh sebab itu kami menyatakan menggugat terhadap rezim agar kebijakannya dapat mensejahterakan rakyat dan tidak berdampak kepada masyarakat kelas bawah,” jelasnya.

Related posts

Polsek Cabangbungin Gulung Sindikat Curanmor, ‘Pemetik’ Hingga Penadah Motor Kini Meringkuk di Sel

redaksi JournalReportase

Perkembangan Sengketa Aset YAI, 6 Orang Dikabarkan Jadi Tersangka, Humas: Hormati Proses Hukum

redaksi JournalReportase

Kemkomdigi Ajak Santri Jadi “SAHABAT TUNAS”, Cerdas dan Beretika di Dunia Digital

journalreportase

Leave a Comment