BEKASI -JOURNALREPORTASE- Insiden tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, pada Senin pagi (27/4/2026). Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, yang turun langsung ke lokasi kejadian menyampaikan bahwa seluruh korban luka telah dievakuasi dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) membenarkan adanya insiden operasional tersebut. Tabrakan ini berdampak pada terganggunya sejumlah perjalanan kereta api di lintas tersebut serta memicu kekhawatiran di kalangan penumpang dan keluarga.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait. Proses investigasi dilakukan untuk mengetahui faktor teknis maupun human error yang mungkin menjadi pemicu insiden.
Manajemen KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kereta merupakan prioritas utama. Proses evakuasi di lokasi kejadian masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin malam (27/4).
KAI juga menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan situasi. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih berlangsung dan sejumlah perjalanan kereta api dilaporkan mengalami keterlambatan.
