JAKARTA – Rezim Prabowo Subianto semakin hari dicap lebih banyak menghasilkan polemik ketimbang kebermanfaatan di tengah masyarakat.
Atas keprihatinan itu, sejumlah elemen mahasiswa bakal mengadakan aksi besar-besaran di DPR RI pada pekan depan.”Kami dari ABS (Aliansi BEM Bersuara) Leksma Jayabaya, BEM UIC,BEM UBK, BEM Bina Insani dan BEM UIJ, mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa untuk membersamai aksi kami di
titik Aksi DPR RI pada Rabu 15, April 2026, Pukul 13.00 WIB sampai menang, temanya ‘Indonesia Mencekam, Matinya Keadilan, BEM Bersuara’!!!,” bunyi keterangan tertulis yang dibagikan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, Sabtu (11/4/2026) malam
Adapun ada empat tuntutan yang dilayangkan, yakni:
Pertama, mendesak presiden Prabowo dan Panglima TNI untuk memastikan kasus penyiraman air keras terhadap Andie Yunus diusut tuntas sampai ke dalang intelektualnya dan dilimpahkan ke pengadilan umum, jika kasus penyiraman air keras terhadap Andie Yunus tidak terselesaikan sampai ke aktor intelektual nya maka kami mendesak untuk presiden RI segera mencopot panglima TNI.
Kedua, kami meminta presiden presiden agar segera menginstruksikan kepada komisi IX DPR RI untuk memanggil kepala BGN mengaudit total anggaran yang digunakan dalam pengadaan motor listrik di tengah krisis kelayakan makanan bergizi gratis.
Ketiga, kami menekan presiden Prabowo untuk menurunkan harga BBM sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat. Karena mafia minyak sudah banyak ditangkap maka dari itu tidak ada lagi alasan untuk tidak menurunkan harga BBM.
Keempat, kami menuntut Presiden Prabowo memberikan hak kesejahteraan bagi guru honorer sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa.
“Bila Presiden tidak bisa menyelesaikan dari tuntutan itu maka kami mengajak publik dan kawan-kawan untuk memakzulkan Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.
Pihaknya turut mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk bersolidaritas atas kondisi di Indonesia saat ini yang menunjukkan tren memburuk.
“Dan yang terakhir, kami tegaskan bahwa teror dan ancaman dalam bentuk apapun tidak akan mampu membungkam suara kami. Jika hari ini pemerintah tidak ada perubahan, maka jangan salahkan kemarahan rakyat akan berubah menjadi gelombang perlawanan yang jauh lebih besar,” tegasnya.
