JAKARTA- JOURNALREPORTASE-DIREKTORAT- Pengurus Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman desainer kondang Nina Nugroho di kawasan Cibubur, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum buka puasa bersama dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara yayasan dan Nina Nugroho yang juga merupakan Dewan Pembina YPJI.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum YPJI, Andi Arif, Sekretaris Umum Indrawan Ibonk, serta sejumlah pengurus lainnya. Suasana ramah tamah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Nina Nugroho menyampaikan pandangan serta komitmennya dan ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan khusus nya terhadap kiprah YPJI dalam mendukung kesejahteraan dan penguatan kapasitas jurnalis di Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi insan pers.
Nina menuturkan bahwa keterlibatannya di YPJI berawal dari pertemuan informal dalam sebuah acara di Kemayoran. Dari obrolan santai yang berkembang menjadi diskusi serius di Butik Nina Nugroho di Trans Studio Mall, ia akhirnya menerima amanah sebagai pembina.
“Nama adalah doa. Dari nama Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia, sudah jelas bahwa tujuan utamanya adalah kepedulian terhadap jurnalis,” ujar Nina.
Ia menegaskan, fokus utama organisasi adalah membantu para jurnalis, terutama dalam aspek sosial dan kebersamaan. Menurutnya, kehadiran yayasan harus benar-benar dirasakan saat anggota berada dalam situasi sulit.
“Jika teman-teman sedang dalam kondisi senang, mungkin tidak perlu memberi tahu saya karena pasti banyak yang menemani. Tapi jika ada yang mengalami kesulitan, insya Allah saya siap membantu sesuai kapasitas yang saya miliki,” tuturnya.
Nina juga menekankan bahwa ketulusan menjadi modal utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas jurnalis, yang menurutnya telah terjalin sejak sekitar 2015. Ia menilai, kesamaan frekuensi dan semangat kebersamaan menjadi fondasi kuat dalam membangun kolaborasi.
Sebagai desainer sekaligus pemimpin perusahaan, Nina menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program YPJI, baik internal maupun eksternal. Ia membuka peluang pemanfaatan fasilitas yang dimilikinya untuk kegiatan diskusi dan penyusunan program kerja.
“Perbedaan cara bukan masalah selama tujuan kita sama. Justru perbedaan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” katanya.
Saat ini, Nina juga tengah menempuh studi doktoral di bidang komunikasi. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kapasitas organisasi dan para jurnalis.
Ia menegaskan, kontribusi yang diberikan tidak bersifat transaksional, melainkan dilandasi niat baik dan tanggung jawab moral. “Selama bisa memberikan manfaat, saya akan menjalankannya dengan sepenuh hati,” ucapnya.
Sementara, Ketua Umum YPJI Andi Arif dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi yang diberikan Nina Nugroho kepada yayasan.
Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi serta merancang langkah kolaboratif ke depan.
“Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kebersamaan dan kepedulian. Sinergi antara YPJI dan para pembina, termasuk Ibu Nina Nugroho, menjadi kekuatan penting dalam menjalankan program-program yayasan,” ujarnya. Ia berharap, sebagai Pembina, Nina dapat terus mengiringi dan mendukung langkah organisasi dalam mengabdi dan peduli kepada para jurnalis.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungannya. Harapannya, kolaborasi ini semakin kuat dan berdampak luas bagi teman-teman jurnalis, khususnya di Jakarta dan Jabodetabek,” ujar Andi.
Dalam kesempatan tersebut, digelar pula pembagian jaket seragam pengurus YPJI yang didesain langsung oleh Nina Nugroho. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pengurus sebagai tanda soliditas dan identitas organisasi.
Jaket tersebut dirancang dengan pendekatan profesional namun tetap elegan, mencerminkan karakter jurnalis yang dinamis sekaligus berintegritas. Nina menjelaskan, desain tersebut tidak hanya berfungsi sebagai atribut organisasi, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolektif.
“Seragam ini bukan sekadar pakaian, tetapi representasi nilai dan tanggung jawab yang kita emban bersama,” ungkapnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, menandai komitmen bersama untuk terus memperkuat solidaritas serta menghadirkan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik di Tanah Air.
