Journal Reportase
Sastra

Nak. Tetap hidup ya !

Nak. Mungkin saat engkau lahir, dalam keresahan dan defresi kehidupan bapakmu,
Yang kecewa pada segala nonsense nya kebijakan.

semoga saja, ini murni kekhawatiran bapakmu yang berlebihan dalam pikiran.
Dan, semoga semuanya hanya omon-omon dan angan-angan.

Tapi Nak, engkau lahir dan hidup pada zaman yang serba instan.
Mungkin termasuk sejarah masa lalu bapakmu yang bisa saja ditawan.

Nak, tulisan ini lahir dari rahim kekhawatiran.

Merawat Kewarasan dan kegilaan supaya tetap Khidmat,
meski bapakmu bukan hamba yang taat.

Tapi, jika nanti bapakmu tak menyaksikanmu hadir, saat kali pertama kau membuka mata ke dunia.

harus aku pikul penyesalan terberat dan terbesar dalam hidup.

dan engkau aku perkenan memaki, sumpah serapah, engkau pantas mendapatkan hak itu, untuk mengumpat seorang anak pada bapak

Bapakmu akan menerima apapun itu Nak. Yakinlah.

Nak. Teruslah hidup.

Yang pasti ! Bapak bahagia melihatmu dalam rahim, meski saat itu kau tak leluasa bergerak,
Mungkin sampai engkau dewasa kelak,
Lalu engkau membuatku seketika terhentak,
Kau akan Menghirup napas di negeri yang makin sesak.

Nak, Ibumu tak pernah mengeluh tentang keberadaanmu dalam tubuhnya.

Ibumu, ibumu nak, iya betul ibumu,
Ia hanya mengoceh tentang persiapan apa yang harus di persiapkan terbaik untuk pertumbuhan mu kelak.

Nak, jangan sekali-kali kau lukai ibumu, dan ibu Pertiwi.
Jika kau nanti telah sah menjadi manusia.

Dan, jika nanti kelak engkau lahir, lalu bukan bapakmu yang mengumandangkan adzan pada telingamu !
Aku tetap bapakmu kan ?

Ingatlah nak, aku tetap bapakmu.
Doa terbaik akan selalu bersemayam dalam hidupmu.

Dan aku masih bertaruh dan percaya pada harapan,
Ia akan selalu menyala dalam gelapnya kegelapan.

Nak. Tetap hidup ya.

Karya Utama Hasil Aziw Pengangguran – (KUHAP).
Januari 2026.

Related posts

Yaa Tuhan, Becanda-Mu Kenapa?

JournalReportase

Leave a Comment