Journal Reportase
Nasional

KPP dan Majelis Nur Tariim Gelar Doa Bersama, Agar Pemerintah Turunkan Harga Migor

Jakarta – Komite Pedagang Pasar (KPP) bersama Majelis Nur Tariim sore tadi menggelar Doa Bersama, pembagian takjil dan buka puasa bersama pedagang dan warga depan Rumah Susun Tipar Cakung dan Pedagang Pasar Kalimalang Cakung Barat. Doa bersama tersebut dilakukan agar Presiden Jokowi mampu menstabilkan harga minyak goreng.

“Alhamdulillah kita bisa bersama-sama mendo’akan untuk Indonesia, agar Allah berikan keberkahan untuk pedagang dan masyarakat, semoga pemerintah mampu menstabilkan harga minyak goreng,” ujar Ustadz Arta Ketua Majelis Nur Tariim.

Dilokasi yang sama Ketua KPP Abdul Rosyid Arsyad mengatakan selain doa bersama pedagang juga melakukan pembagian takjil dan buka puasa bersama agar minyak goreng segera turun harganya.

“Puluhan pedagang dan masyarakat disini berdoa agar pemerintahan Joko Widodo dapat segera menurunkan harga Minyak Goreng,” kata Abdul Rosyid Arsyad ketua Komite Pedagang Pasar (KPP) kepada wartawan, Minggu (24/4).

Dia menjelaskan, doa ini mereka panjatkan agar para mafia minyak goreng yang mungkin masih berada di luar sana segera sadar akan perbuatannya, karena apa yang mereka lakukan itu membuat rugi para pedagang dan masyarakat.

“Selain itu, kami juga minta pemerintah bisa tegas dalam menghadapi mafia goreng. Usut semua sampai akar-akarnya mafia goreng yang menyengsarakan pedagang dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, dirinya menerima keluhan dari pedagang minyak goreng yang berada di beberapa pasar. Hal ini dikarenakan stok minyak goreng kemasana mereka yang masih berlimpah susah menjualnya.

“Ada keluhan dari pedagang kalau stok minyak goreng kemasan mereka melimpah karena harga yang sangat tinggi, susah jualnya daya beli menurun drastis, masyarakat lagi susah keuangannya” jelasnya.

Dirinya pun berharap dengan langkah Presiden Jokowi untuk menghentikan total keran ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng keluar negeri, dapat menurunkan harga minyak goreng kemasan yang saat ini melambung tinggi.

“Langkah pak Jokowi itu sangat tepat, sebagai wujud upaya melimpahnya hasil produksi dalam negri tetapi ada efeknya ke petani kelapa sawit dan pabrik pengolahan minyak goreng sekaligus tertutupnya perdagangan internasional yang menjadi sumber devisa ekspor Indonesia, mungkin tidak selamanya pastinya ada batasan waktu ditutupnya total ekspor keluar negri, kita tunggu saja apakah pemerintah dapat menurunkan harga minyak goreng kemasan secara drastis tidak memberatkan pedagang dan masyarakat, usai menutup pintu ekspor,” tutupnya.

Related posts

Arus Balik Tahun Baru 2019, Volume Lalin GT Cikarang Utama Naik 58,24%

JournalReportase

Proses Pemecatan Tidak Hormat Iptu Sugito Tak Hadir

JournalReportase

Babinsa Koramil 03/GP Bantu Fogging Atasi Nyamuk Demam Berdarah

JournalReportase

Leave a Comment