Jakarta – JournalReportase – Mahasiswa Pascasarjana IAIM NU Metro Lampung, baru-baru ini, tiba di Unisma Malang, dalam rangka observasi, diskusi, dan silaturrohim.
Kedatangan mahasiswa IAIM NU Metro Lampung di kampus Unisma Malang disambut baik oleh Rektor dan Warek 1 dan Warek 2, serta Direktur Pasca sarjana Unisma. Unisma Malang merupakan Universitas swasta terbaik di kalangan NU dan mendapatkan prestasi No 44 secara Nasional.
Dalam acara tersebut disampaikan bahwa, Unisma Malang siap menerima Alumni IAIM NU Metro Lampung untuk melanjutkan kuliah di S3 Prodi PAI Multikultura.
Hal ini tentunya disambut baik oleh seluruh mahasiswa Pascasarjana IAIM NU Metro Lampung.
Di antaranya H Jarkoni S Ag, salah satu Mahasiswa Pascasarjana IAIM NU Metro Lmpung. Berencana ingin lanjut S3 di Unisma PAI multikultural. Mengingat NKRI itu luas dan kaya suku dan budaya maka seyogyanya sudah tepat apabila melanjutkan ke jenjang S3 tersebut di Unisma.
Hal senada disampaikan oleh Gus M Edi Triyono SPdi yang juga mahasiswa Pasca Sarjana di IAIM NU Metro Lampung, multikultural secara akademisi Penting terutama untuk lebih memahami tentang karakter budaya dan keragaman di Pengembangan Islam Nusantara.
Setelah silaturrohim di Unisma, agenda selanjutnya adalah silaturrohim dan diskusi publik nasional di Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto yang diasuh oleh Prof Dr KH Asef Saifudin Halim, merupakan Ponpes yang memiliki jumlah santri kurang lebih 12 ribu santri putra putri.
Suasana hangat dan Ramah di halaman Ponpes Amanatul Ummah menyambut kedatangan rombongan dari IAIMNU Metro.
Kesan dan pesan yang dirasakan menurut Ustad Ahmad Fajri, mahasiswa Pascasarjana IAIM NU Metro Lampung, bahwa sosok KH Asef Saifuddin Chalim merupakan ulama sekaligus Profesor yang gigih dan memiliki semangat juang yang luar biasa.
“Di Ponpes Amanatul Ummah ini kita bisa belajar bagaimna menerapkan manajemen dan sistem Ponpes yang bermutu dan berkualitas,” ujarnya.
Kesan kesan yang diperoleh oleh Siti Mujawarah PC Muslimat NU OKI yang merupakan mahasiswa Pascasarjana IAIM NU Metro menjelaskan, dari Ponpes ini kita harus punya rasa bangkit dan rasa syukur. “Ternyata pesantren itu bisa juga mengenal teknologi mempelajari teknologi serta infrastruktur yang modern,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Zakiyah SPdi Mahasiswa IAIMNU Metro yang terpenting adalah emangat yang positif. Di rangkaian acara tersebut didampingi oleh Dr Subandi MM, Dr Jaenullah MPd, Dr Siti Roudhotul Jannah, KH Slamet Anwar DPRD Lamteng (Mahasiswa pascasarjana IAIM NU Metro Lampung). mz
