JAKARTA- JOURNALREPORTASE- Ditrektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali melakukan Pemusnahan barang bukti narkoba berbagai jenis sebanyak 1,74 ton, di Lapangan Lalu Lintas Presisi, Markas Polda Metro Jaya, Kamis (25/11).
Dalam keterang persnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengatakan bahwa pelaksanaan pemusnahan sudah sering dilaksanakan ditempat ini (lapangan lalu lintas). Kemudian pengungkapan pun masih terus saja terjadi dengan sejumlah tersangka peredaran gelap ditangkap. Fadil juga menyebut bahwa pelaku kejahatan jalanan sebagian besar mengkonsumsi narkoba. ” Mereka ini (pelaku kejahatan) sebelum melakukan aksi nya menggunakan jenis sabu terlebih dahulu.

Lanjut Fadil menuturkan, berdasarkan keterangan sejumlah tersangka pada kasus begal, kasus tawuran, dan kasus pencurian. “Kalau dahulu menggunakan sabu itu untuk kenikmatan. Sekarang sabu sudah menjadi motif daripada orang melakukan kejahatan,”ucap Fadil.
Fadil mengatakan, penyidik turut melakukan tes urine terhadap para tersangka. Hasil tes menunjukkan sebagian diantara menujukkan positif mengandung amfetamina. Jadi, kata Fadil, dibalik motif ekonomi ternyata ada hal lain mendorong seseorang menggunakan narkoba yakni ingin melakukan kejahatan. ” Jadi mengapa dia mencuri, mengapa dia melakukan begal. Kesimpulannya katena uang hasil kejahatan itu akan dibelikan nerkotika jenis sabu,” ujar dia.
Pernyataan itu pun diperkuat dari keterangan salah satu tersangka yang ditangkap baru-baru ini. Dalam kasus ini, salah satu karyawati Basarnas tewas setelah dihujani senjata tajam. Setelah di periksa urine semua nya pake sabu. ” Yang di Kemayoran juga begitu yang begal terhadap karyawati Basarnas, itu pelakunya ternyata setelah mengkonsumsi sabu,” ucap dia.
Karena itu, ke depan kata Fadil tantangan semakin berat. Fadil meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing. Menurut dia, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas kepolisian semata. ” Perlu adanya kolaborasi antara aparat penegak hukum dengan masyarakat. Bersama sama kita perang dengan narkoba, ” lanjutnya.

“Jadi ini yg perlu kita waspadai dan saya kira menjadi satu tantangan kita semua, bagaimana perubahan perilaku penjahat ternyata bukan semata-semata untuk motif ekonomi tapi karena ingin membeli narkotika,” ujar dia.
Lihat saja pada hari ini, Kamis 25 November 2021 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama sejumlah pejabat memusnahkan 1, 74 ton narkoba pelbagai jenis yang merupakan hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Satresnarkoba jajaran selama kurun waktu dua bulan terakhir yakni pada September 2021 sampai dengan Oktober 2021.
Fadil merinci, sabu 60,14 seberat kilogram. Kemudian, ganja seberat 1,65 ton. Lalu, ekstasi sebanyak 470 butir. Selanjutnya bubuk sintetis ada 24,35 kilogram. Dan pil happy five sebanyak 500 butir. ,”Hari ini ada 221 laporan polisi dari olpengungkapan ini dengan jumlah tersangka 273 orang 14 orang bandar dan 259 orang pengedar,” tandasnya.
