JournalReportase.com, Paska lima belas tahun vakum dari dunia akting Novia Kolopaking akan kembali melepas rindu beraktingnya dengan terlibat di film ‘Terimakasih Emak’, yang akan di produksi oleh Alimi Pictures dan di produseri oleh Anas Syahrul Alimi.
“Saya di film ini menjadi emaknya, main bareng sama Abah Adi Kurdi. Hitung hitung lepas kangen-kangenan sama teman-teman pemain Keluarga Cemara,” kata Via.
Semula Via demikian Novia Kolopaking disapa mengaku belum tertarik untuk terjun kembali ke dunia seni peran dunia yang sempat membesarkan namanya, lantaran dirinya mengaku masih ingin fokus mengurus anaka sekaligus menikmati perannya sebagai seorang ibu.
“Suami saya sampai mendorong-dorong saya untuk kembali ke dunia hiburan, tapi sayanya yang belum tertarik karena lebih tertantang mengurus anak,” sebut Novia Kolopaking ketika ditemui usai buka bersama beserta para bintang filmTerima Kasih Emak Terima Kasih Abah, di kawasan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (1/6).
Terlebih ketika permintaan kembali berakting itu datang dari sosok sutradrara senior Dedi Setiadi. Yang datang menawarkan Novia untuk terlibat di film ‘Terima kasih Emak Terima Kasih Abah’. Istri dari budayawan, Emha Ainun Najib ini tak kuasa untuk menolaknya.
“Nggak tahu kenapa, kalau om Dedi Setiadi yang nawari film dan sinetron saya nggak bisa menolak,” ucap perempuan yang sempat besar lewat perannya di film ‘Siti Nurbaya’ itu.
”Yang jelas, selama yang ngajak main om Dedi, saya akan terus main sinetron dan film. Saya juga merasa senang sekali dan tidak menyangka bisa kembali bermain dan berkumpul lagi di ‘Keluarga Cemara’ sekaligus reunian”, lanjut Novia Kolopaking.
Sementara itu Anas Syahrul Alimi, selaku produser dari Alimi Picture mengungkapkan alasan kenapa dirinya tertarik untuk menggarap film ‘Terimakasih Emak Terimakasih Abah’. Dirinya mengaku semenjak kecil sudah menjadi penikmat dari serial ‘Keluarga Cemars’ di televisi.
“Saat saya masih kecil, film ‘Keluarga Cemara’ menjadi hiburan keluarga saya setiap minggunya, film ini punya pesan yang luar biasa, karena itu saya memberanikan diri untuk memproduksi film ini”, kata Produser Eksekutif Alimi Pictures, Anas Syahrul Alimi.
Sinetron yang menceritakan tentang kehidupan satu keluarga yang sederhana dan bersahaja yakni Abah (Agustinus Adi Kurdi), Emak (Novia Kolopaking), Euis (Ceria Hade), Cemara (Anisa Fujianti) dan Agil (Puji Lestari).
“Saya berharap produksi film ‘Terimakasih Emak’ nantinya tetap bisa menghibur dan diterima di hati para penggemar setianya”, tambah Anas Syahrul Alimi.
Adapun Sinopsis Film ini yaitu : Emak tinggal dengan abah yang matanya kurang bisa melihat (penyakit glukoma) dan anak sulungnya euis janda beranak 2 (suaminya meninggal). Emak selain mengurusi rumah tangga juga masih berjualan gorengan dan opak dan lainnya dan terkadang menjadi pembantu, mencuci dan menyetrika dirumah orang kaya. Sementara Euis bekerja disebuah pabrik yang dekat rumahnya sebagai buruh.
Tugas Emak tetap saja berat bahkan lebih. Abah yang masih punya semangat berusaha sebisanya tetap saja menjadi beban Emak yg harus mengantarkan mendampingi mulai ke kamar mandi dari pagi sampai tengah malam juga keluar rumah mulai dari berobat rutin sampai Abah kerja serabutan dari mulai mijit sampai private bahasa Inggris dan seterusnya.
Sementara Cemara dengan suaminya hidup berkecukupan namun sudah selama 7 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Akibatnya secara psikologis muncul rasa ketakutan dimadu atau diceraikan, sehingga cemara diliputi perasaan takut dan menjadi pencuriga terutama kepada wanita cantik. Setiap ada wanita cantik Cemara menduga bahwa itu calon istri kedua suaminya atau calon istri yang baru.
Sementara Agil si bungsu beberapa kali berganti pacar, karena lelaki ideal yang menjadi acuannya adalah sosok pribadi abah sehingga selalu membandingkan pacarnya dengan abah dan akibatnya gagal terus membuat Emak tetap menjadi tumpuan atau pusat curhat semua anak-anaknya. Emak Meladeni semuanya secara intens bersama Abah yang ikut berperan disemua proses. Emak selali menawarkan hal ideal dengan referensi referensi yang formal seperti agama ( tapi tanpa ayat dan sebutan sumbernya) dan Abah menduniakan formula tersebut menjadi cair seperti yang ada dikenyataan sehari hari.
Para pemeran yakni Emak, Abah, Euis (menikah dengan Tatang dan memiliki dua anak, Nurani dan Budiman), Cemara, Agil, Tante Presier, Mang Jana, Bi Eha, Pipin, Bi Salmah, Mang Cece, dan Pak Wangsa. Selain pemeran baru Prasetya (suami Ara, ganteng, formal, angkuh, selalu merasa benar sendiri) serta Pacar Agil (ganteng, relijius tapi egois).
‘Terimakasih Emak’ yang skenarionya digarap Dedi Setiadi, mengisahkan perjuangan Emak dalam merawat Abah yang sudah tua dan sakit sakitan, merangkul ketiga anak perempuannya yang kini sudah dewasa dan mempunyai kehidupan masing masing.
Emak dengan kasih sayangnya yang tak terbatas berusaha membahagiakan semuanya tanpa berharap balasan, karena bagi Emak kebahagiaan keluarganya adalah kebahagiaan dirinya.
“Saya senang bisa kembali hadir menghibur masyarakat dengan menyajikan cerita yang diangkat dari beragam kisah kehidupan sehari hari di masyarakat”, kata pemeran Si Abah, Adi Kurdi.
