JournalReportase.com, Yayasan Dharma Gantari, selaku penyelenggara Miss Grand Indonesia menyambut hangat kunjungan persahabatan Miss Grand International asal Paraguay itu di Jakarta. Clara Sosa tiba di Jakarta Senin (12/11). Hal tersebut dilakukan Clara Sosa usai dinobatkan menjadi Miss Grand International 2018. Indonesia adalah negara pertama yang didatangi oleh Clara setelah memenangkan ajang beauty pageant tersebut.
Dalam kunjungannya ini, Clara akan dikenalkan dengan kebudayaan, keindahan dan wisata Indonesia. Harapannya, Clara bisa membawa kenangannya ketika berada di Indonesia dan menceritakannya pada negara lain.
“Ini kunjungan pertama dan juga bisa jadi kunjungan pariwisata. Kunjungan persahabatan ini kita sambut dengan baik karena semua mata akan tertuju ke sini,” kata Dikna Faradiba, selaku Pimpinan Yayasan Dharma Gantari dalam jumpa pers di Jakarta.
Menurut gadis berusia 24 tahun ini, Indonesia adalah negara yang sangat indah. Jika memiliki banyak waktu, ia ingin bisa menjejalahi semua tempat di sini. Clara juga mengaku kalau dirinya sangat senang karena orang Indonesia sangat ramah juga memiliki banyak suku dan budaya.
“Ini tempat yang bagus, saya pengin datang ke semua tempat dan mencoba berbagai macam kulinernya, Ada makanan di sini yang namanya pastel mirip dengan makanan di negara saya . Orang-orang di sini ramah, mereka selalu tersenyum, ramah sekali. Saya akan mencoba beberapa makanan yang ada di sini,” kata Clara.
Dalam penyelenggaraan Miss Grand International 2018 di Myanmar pada 25 Oktober lalu, Indonesia yang diwakili oleh Nadia Purwoko meraih gelar 2nd Runner-Up. Namun, pencapaian tersebut sudah luar biasa. Sebab, ini adalah pertama kalinya Indonesia mengirim perwakilan untuk ajang Miss Grand International.
”Tentunya saya bahagia sekali, karena berarti Indonesia menjadi salah satu kontestan yang kuat. Ini adalah pencapaian yang tinggi dan saya bersyukur masuk Top 3,” sebut Nadia.
”Yang jelas bersyukur sekali karena ini pertama kali yayasan kami mengirimkan wakilnya. Ini adalah pencapaian tertinggi dari kami karena yayasan ini belum genap satu tahun,” timpal Dikna.
Sementara itu Clara Sosa sendiri berkisah terkait dirinya yang sempat pingsan ketika namanya disebutkan menjadi juara Miss Grand International 2018 di Myanmar pada 25 Oktober lalu. Ia mengaku sangat terkejut lantaran tidak percaya.
Clara juga menyebutkan jika dirinya sama sekali tidak menyangka bisa menjadi pemenang kontes kecantikan tersebut. Saat pembacaan lima besar saja, ia juga terpaku saat namanya disebut.
“Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Waktu dipanggil di lima besar saja, saya diam tidak bisa gerak, saya syok,” kata Clara.
“Waktu nama saya dibacakan sebagai pemenang, saya ngerasa mundur terus semuanya langsung gelap. Yang saya ingat cuma saya kayak dibangunkan. Kemudian ketika saya membuka mata, semua mengucapkan selamat, selamat apa? Sampai saat ini saya masih tidak menyangka, seperti mimpi,” kisahnya.
Gadis asal Paraguay ini, mengungkapkan jika dirinya dibesarkan dengan didikan yang keras dari sang ayah. Sebelumnya, sang ayah malah tidak setuju jika ia menjadi model.
“Saya tumbuh besar di antara empat saudara laki-laki. Itu yang membuat saya menjadi kuat, saya bermain bola dan juga berkelahi. Ayah saya mendidik saya dengan keras. Dia tidak ingin saya menjadi model, makanya saya sekolah chef. Tapi saya membuktikan kalau saya mampu melakukan ini dengan baik dan sekarang dia bangga dengan saya,” ungkapnya.
