SHARE

Jakarta-Journal Reportase.com,- Pengacara Hartono Tanuwidjaja  meminta  Kepolisian Polda Metro Jaya , khususnya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus  (Dit Reskrimsus) Unit II  untuk kembali  membuka  dan menindaklanjuti   penyidikan perkara pidana  pencemaran nama baik  yang  dilakukan terlapor  Iming M. Tesalonika  pada  tanggal  23 Maret 2009.

 

Advokat PERADI, Hartono  yang  juga sebagai  kuasa hukum  pelapor atas nama Miko Suharianto,  selanjutnya mengatakan, kasus  pencemaran  nama baik yang ditujukan kepada kliennya  telah berjalan selama 9 tahun tanpa ada suatu kepastian hukum.

Hartono Mengungkapkan,  inti dari   laporan  polisi  LP /1437/K/V/2009/SPK Unit II, tanggal 14 Mei  2009,  di mana pidana yang dilaporkan kliennya adalah  bahwa  Iming  yang  juga berkerja  atau berprofesi  sebagi  pengacara (advokat)   telah melakukan tindakan pidana  pencemaran nama baik  dan  dengan sengaja  tanpa hak mendistribusikan,    mentransmisikan,  mengakses   informasi elektronik  yang memiliki muatan  yang melanggar perasaan dan kesopanan.  “Laporan  kliennya  sangat  berkekuatan hukum  bahwa  Iming  melakukan pidana pencemaran  nama baik  karena  ditonton  ataupun dilihat, diketahui  oleh  benyak orang  melalui  media elektronik bnayak orang.”ungkapnya.

Sehinga  menurut Hartono,  dengan apa yang dilakukan  Iming.  Pasal pidana  yang dikenakan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 310 KUHP  dan  Pasal 27 ayat (3) UU ITE Tahun 2008.

Karena  itu   Dia,  menuturkan,  dalam  kurun satu tahun di mana, pihaknya   telah melayangkan dua  surat permohonan  lanjutan, yakni  surat Ref. No. : 5.3/HTP/2017, bertanggal 03 Mei 2017 dan Surat Ref. No. : 12.3/HTP/217 bertanggal 12 Desember 2017 yang tujuan surat itu untuk menjadi perhatian  polisi memproses penyidikan perkara  tersebut.   Untuk  itu, Hartono  berharap  penyidik krimsus  unit ysn terkait menangani   kasus  ini,   segera   membuka  dan memanggil  saudara Iming  untuk diproses  perkara pidana terhadap kliennya.” Kami sudah 2 kali melayangkan surat  di tahun 2017 sebagai kelanjutan perkara  yang mangkrak  9 tahun.  Untuk itu segera  Penyidik Krimsus memanggil  Iming untuk diminta pertanggungjawabnya  atas perkara pidananya,”ujar Hartono.

Apalagi tambah Hartono,  Saudara Iming,  selain  dilaporkan  dan  berperkarakan   oleh kliennya,  dia juga   berulangkali  dilapor pidana dengan  seseorang  dan dengan perkara yang beda.  Ada 8 Laporan Polisi (LP)  dari tahun 2007 sampai 2016.  Namun Ironisnya,  terang  Hartono,  tanpa pernah sekalipun dijerat oleh hukum

Bahkan, yang  menjadi ironis, Iming  yang dilaporkan  berulangkali justru  berulah membuat laporan  fitnah ke Kompolnas, dengan tembusan ke KSP, Jaksa Agung  RI dan Komisi III DPR RI. Salah satu pernyataan yang dilaporkan  Iming  ke Kompolnas  adalah bahwasanya Polda Metro Jaya  telah banyak melakukan diskresi-dikresi  yang telah dikonversi  menjadi uang  yang  berlanjut   dalam penerbitan SKP2/SP3.  Selain itu  Polisi (penyidik ) sering mempersulit proses penegakkan hukum yang efektif, akuntabel dan transparan.

Berkaitan dengan perkara  pidana yang dilaporkan  dan  tambahan lagi laporan  Iming ke Kompolnas   yang bahkan mengandung  mencemar nama baik   kinerja institusi atau lembaga Kepolisian,    menurut Hartono, seharusnya  menjadi perhatian  serius  oleh Polisi  untuk ditangani segera .  Pasalnya,  jika  tidak dan  didiamkan berlama-lama  atau bahkan  tidak ada kelanjutan  dari laporan pidananya  bisa timbul  kecurigaan bahwa  yang bersangkutan  kebal hukum. “ Sampai hari ini, tak satu pun perkara pidana  yang dapat menjerat perbuatan pidana yang dilakukan  oleh yang bersangkutan, “tandas Hartono.  [red/rif]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY