JROL-JAKARTA,- Salah satu program Pemerintah adalah pengadaan listrik 35.000 MW menjadi target sampai dengan tahun 2019. Demikian hasil Rapat Dewan Energi Nasional dan memutuskan Rencana Umum Energi Nasioanl (RUEN).

“Dalam RUEN ditetapkan, diputuskan kembali walaupun untuk mencapai 35.000 MW bukan persoalan yang mudah, Presiden dan Wakil Presiden tetap memutuskan itu menjadi target sampai dengan tahun 2019,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dilansir setkab.
walaupun dalam perhitungan baik oleh PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun Menteri ESDM kurang lebih bisa dicapai plus minus 20 – 22.000 MW, menurut Seskab, Presiden tetap menetapkan bahwa untuk proyek 35.000 MW targetnya tetap diputuskan.
Sementara yang terkait dengan energi baru terbarukan, menurut Seskab, karena Indonesia sudah meratifikasi COP Paris dan kemudian kemarin Maroko kita juga sudah melakukan, maka apa yang sudah menjadi kesepakatan atau keputusan hal yang berkaitan dengan energi baru terbarukan kita akan mengikuti itu. “Sehingga target pada tahun 2017, walaupun kita mengestimasi baru bisa 7 persen, maka target itu memang sudah ditetapkan 11 persen,” jelasnya dan menambahkan, untuk tahun 2025 targetnya adalah 23 persen.
Untuk itu, lanjutnya, Presiden meminta kepada Menteri ESDM dan juga Dewan Energi Nasional membuat blue print jangka panjang. Tidak hanya bergantung pada energi fossil, tetapi pada energi-energi baru terbarukan lainnya seperti udara, kemudian arus laut, biodiesel, dan sebagainya. “Itu akan ditangani secara lebih serius oleh Menterti ESDM dan Dewan Energi Nasional,” ujarnya. Mengenai Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Seskab menegaskan, akan dikeluarkan dalam waktu-waktu ini. [red]
