SERANG- JOURNALREPORTASE –Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), membagikan paket sembako dan wakaf Al-Qur’an kepada 664 anak yatim serta santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidh Baitul Quran, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata kepedulian sosial guna meringankan beban masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung pendidikan agama generasi muda.
Menurut Bamsoet, anak-anak yatim dan dhuafa merupakan bagian dari masa depan bangsa yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, mereka berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, serta kesempatan setara untuk menggapai cita-cita.
”Anak-anak yatim dan dhuafa adalah bagian dari masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, serta kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujar Bamsoet di lokasi kegiatan.
Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari-hari, sementara wakaf Al-Qur’an menjadi dorongan bagi pembentukan karakter dan pendidikan agama anak-anak. Bamsoet juga mengapresiasi peran strategis pondok pesantren dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas sosial sejak dini.
”Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti apabila mampu menghadirkan kebahagiaan dan meringankan kesulitan mereka. Kita ingin anak-anak terus bersemangat belajar dan percaya bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh mematahkan harapan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menyinggung tantangan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan yang masih memerlukan perhatian kolektif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026, tercatat sekitar 22,93 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan perlindungan sosial agar kesulitan ekonomi tidak menghambat tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak.
”Kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dan mengembangkan kemampuannya. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu memperkuat kerja sama untuk membantu mereka,” tegas Dosen Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan ini.
Menutup arahannya, Bamsoet mengajak para pengusaha, organisasi sosial, serta elemen masyarakat mampu untuk ikut aktif mengulurkan tangan melalui program orang tua asuh, beasiswa, pemenuhan kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Langkah sinergis yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memutus mata rantai kemiskinan.
”Kita berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa harus terus dijaga melalui program yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
