JAKARTA- JOURNALREPORTASE – Pasca penindakan tegas kasus peredaran narkoba oleh aparat gabungan Bareskrim Polri, BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Barat, jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya langsung mengambil langkah jangka panjang.
Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan mengerahkan 100 personel Bhabinkamtibmas untuk mendata ulang warga dan membawa misi transformasi total di Komplek Permata, yang selama ini dikenal sebagai Kampung Ambon, RW 07 Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).
Pendataan yang dilakukan secara door-to-door ini bertujuan untuk memastikan program prioritas Kapolri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, benar-benar hadir dan dirasakan langsung manfaatnya di tengah warga.
“Yang kita kerjakan hari ini adalah memastikan programnya Bapak Kapolri polisi bersama masyarakat itu terwujud,” ujar Irjen Pol Adex Yudiswan saat memberikan arahan di Tenda Pos Polisi Bersama Masyarakat.
Dalam arahannya, Wakapolda didampingi oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, jajaran Direskrimsus dan Diresnarkoba Polda Metro Jaya, serta Dandim 0503/JB. Hadir pula Ketua RW 07 Yeni Napitupulu bersama para Ketua RT setempat.
Para Bhabinkamtibmas yang dibantu oleh unsur Babinsa dan Satpol PP diminta untuk mendata secara rinci kebutuhan riil masyarakat, mulai dari peluang pekerjaan hingga aspirasi penataan lingkungan.
Dalam operasionalnya, petugas diwajibkan menerapkan prinsip 5S, senyum, salam, sapa, serta memperkenalkan diri dan membagikan program kepolisian kepada warga.
Sebagai bentuk keterbukaan, petugas juga menempelkan stiker khusus bertuliskan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ di depan rumah-rumah warga, disertai keharusan agar warga menyimpan nomor ponsel Bhabinkamtibmas setempat untuk memudahkan komunikasi darurat.
One Gate System dan Wajah Baru Kampung Ambon
Guna mencegah kembalinya jaringan peredaran gelap narkoba, Polda Metro Jaya berencana memberlakukan sistem satu akses (one gate system).
Langkah ini dinilai efektif untuk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan serta mendeteksi keluar-masuknya pendatang asing ke lingkungan Kampung Ambon.
Lebih dari sekadar pendekatan penegakan hukum dan pengamanan, kepolisian bersama pemerintah daerah dan masyarakat berkomitmen menyulap kawasan tersebut menjadi Kampung Sehat.
Irjen Adex memaparkan, pihaknya akan menggulirkan berbagai program pemberdayaan sosial dan ekonomi, seperti penyediaan tempat kuliner, area rekreasi, hingga kursus bahasa Inggris gratis bagi warga sekitar.
“Pak Kapolda akan membuat suatu sistem, akan melakukan program apa saja yang diinginkan oleh masyarakat, contohnya diadakan bahasa Inggris di Kampung Ambon, tempat rekreasi, tempat kuliner,” jelas Adex.
Langkah progresif ini diharapkan mampu mengikis stigma negatif dan sejarah hitam Kampung Ambon sebagai sarang transaksi narkoba, sekaligus membangkitkan ekonomi kerakyatan yang bersih, aman, dan produktif. (red-arif)
