BATAM-JOURNALREPORTASE- Kesigapan jajaran TNI Angkatan Laut kembali membuahkan hasil dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan negara. Tim gabungan yang terdiri dari Kodaeral IV Koarmada RI bersama Satgas POA BAIS TNI sukses menggagalkan upaya keberangkatan ilegal 12 Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam yang diduga hendak menuju Malaysia melalui jalur tidak resmi di perairan Batam, Selasa (20/10).
Operasi penindakan yang berlangsung di kawasan Pulau Lumba, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, ini dilaksanakan sejak pukul 13.30 hingga 18.30 WIB. Keberhasilan tersebut bermula dari pengembangan dan pendalaman informasi intelijen terkait aktivitas tiga WNA sebelumnya (dua warga negara Vietnam dan satu warga negara Myanmar), yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan serta pemantauan intensif oleh tim gabungan.
Dalam operasi di lapangan, petugas mengamankan 12 WNA Vietnam yang terdiri atas tujuh perempuan dan lima laki-laki. Berdasarkan pemeriksaan awal, para warga asing tersebut tidak hanya melampaui batas izin tinggal (overstay), tetapi juga melanggar ketentuan keimigrasian lantaran berupaya keluar wilayah Indonesia melalui jalur tikus atau jalur tidak resmi, tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang sah.
Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, menyatakan bahwa motif di balik upaya pelarian para WNA tersebut masih didalami lebih lanjut. Penyelidikan difokuskan untuk mengetahui apakah tindakan tersebut murni untuk menghindari sanksi overstay atau berkaitan dengan jaringan pelanggaran hukum lintas negara lainnya.
”Untuk proses hukum lebih lanjut sesuai kewenangan, para WNA tersebut selanjutnya diserahkan kepada Kantor Imigrasi Batam,” ujar Laksda TNI Berkat Widjanarko.
Lebih lanjut, Laksda TNI Berkat menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan wujud nyata soliditas sinergi antara Kodaeral IV dan Satgas POA BAIS TNI dalam memperketat pengawasan terhadap berbagai bentuk aktivitas ilegal di wilayah Kepulauan Riau.
Ke depan, Kodaeral IV berkomitmen untuk terus mengoptimalkan fungsi intelijen serta unsur operasional di lapangan guna menutup celah pemanfaatan jalur laut bagi kejahatan transnasional.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Kepulauan Riau, agar senantiasa berperan aktif mendeteksi dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA kepada aparat berwenang. Sebagai Garda Samudra, TNI AL akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait demi menegakkan kedaulatan serta keamanan NKRI dari segala bentuk ancaman pelanggaran hukum di wilayah maritim.
Sumber: Dispen Kodaeral IV
