TANGSEL- JOURNALREPORTASE –Aksi perampokan disertai kekerasan ekstrem menimpa seorang pengemudi taksi online (Grab) bernama Ahmad Andalusi di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa (6/10). Korban mengalami luka parah akibat sepuluh tusukan senjata tajam dan nyaris tewas setelah pelaku berinisial A mencoba melindas tubuhnya.
Berkat gerak cepat aparat kepolisian, pelaku berinisial A akhirnya berhasil diringkus jajaran Polda Metro Jaya dua hari berselang, yakni pada Kamis (8/10), di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Peristiwa bermula saat pelaku memesan kendaraan melalui aplikasi taksi online. Uniknya, pemesanan tersebut menggunakan ponsel milik seorang perempuan yang belakangan diakui pelaku sebagai istrinya.
Korban menuturkan bahwa perjalanan awalnya berlangsung normal dan sempat diwarnai percakapan santai berbalut gelak tawa. Namun, situasi berubah drastis setibanya di lokasi tujuan.”Begitu sampai tujuan, alasannya mau ambil uang tunai di kosannya. Saya tunggu sekitar 15 menit. Begitu dia balik lagi ke mobil, pintu langsung dikunci, terus langsung nyekek dan menusuk saya,” ujar Ahmad saat menceritakan detik-detik mencekam tersebut, Senin (12/10).
Pelaku yang telah menyiapkan sebilah pisau panjang melancarkan serangan bertubi-tubi. Korban sempat melakukan perlawanan sengit selama kurang lebih setengah jam di dalam kendaraan. Akibat perlawanan tersebut, korban mengalami total sepuluh luka tusuk yang tersebar di bagian kepala, kedua tangan, serta kaki.
Nyaris Dilindas dan Mobil Dibawa Kabur
Merasa terdesak, pelaku menendang korban sebanyak dua kali hingga tersungkur keluar dari mobil. Tak puas sampai di situ, pelaku yang berniat menghabisi nyawa korban sempat mengejar Ahmad yang sudah berlumuran darah.
Pelaku bahkan memutar arah menggunakan mobil korban dengan niat melindas tubuh korban. Beruntung, situasi tersebut terhenti setelah warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Pelaku langsung melarikan diri dengan membawa kabur unit mobil korban, berikut dompet dan telepon genggam milik Ahmad.
Berbekal laporan dan penyelidikan intensif, Tim dari Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu pelaku. Pelaku berinisial A berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti di Rangkasbitung beserta barang bukti hasil kejahatan.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik tindakan brutal tersebut, sementara korban tengah menjalani proses pemulihan atas luka-luka serius yang dideritanya.
