JAKARTA — Buku “Kepemimpinan AHY Dalam Beragam Sudut Pandang Tokoh Muda Indonesia” diluncurkan di Agreya Coffee, Jakarta Pusat, Rabu, 23 September 2026. Buku yang memuat pandangan 27 tokoh muda dari kalangan akademisi, aktivis, wirausaha, dan praktisi itu membahas gagasan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Akademisi Rocky Gerung yang hadir dalam peluncuran tersebut menilai buku itu tidak sekadar menjadi dokumentasi pemikiran tentang AHY. Menurut dia, buku tersebut dapat dibaca dalam konteks perdebatan mengenai kepemimpinan Indonesia ke depan. “Buku ini terbit secara momentum dan ingin saya jadikan monumental,” kata Rocky.
Rocky bahkan mengatakan buku tersebut semestinya diterbitkan pada 2031 sebagai refleksi setelah AHY memimpin pada 2029. “Buku ingin kita jadikan pedoman untuk apa yang terjadi di 2029. Harusnya buku ini judulnya ‘AHY Sang Pemimpin’, itu lebih tepat,” ujar dia.
Menurut Rocky, buku tersebut muncul di tengah kegelisahan mengenai figur yang akan menjadi acuan kepemimpinan dalam beberapa tahun mendatang. Ia mengatakan generasi muda ingin mengetahui gagasan calon pemimpin Indonesia, termasuk pemahaman terhadap isu keamanan global dan teknologi.
“Anak-anak muda ingin dengar apa isi pikiran dari seorang yang akan jadi pemimpin Indonesia ke depan. Mereka ingin pemimpin negeri ini orang yang paham global security dan teknologi,” papar Rocky.
Penyunting buku, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan buku itu disusun bersama 27 penulis dari berbagai latar belakang. Menurut dia, buku tersebut dibuat untuk mendiskusikan arah kepemimpinan ke depan. “Kita enggak ingin pemimpin cuma ramai yang seakan-akan buat aksi viral. Kita ingin pemimpin yang teruji rekam jejak, gagasan, visi misinya, dan keputusannya membuat dampak,” ujar Herzaky.
Sementara itu, AHY mengatakan dirinya tidak mengetahui sejak awal mengenai proyek penulisan buku tersebut. Ia mengaku kaget ketika mengetahui sejumlah anak muda menulis tentang dirinya. “Saya kaget juga adanya buku ini, inisiatif siapa. Tidak diberitahu sejak awal. Saya juga tak kenal dengan penulis dan meminta mereka menulis saya,” tuturnya.
