JAKARTA – JOURNALREPORTASE -Polda Metro Jaya memberikan pelayanan pengamanan terhadap 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut meliputi tiga agenda penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pengamanan disiapkan sesuai karakteristik, lokasi, serta jumlah peserta pada masing-masing kegiatan.
Selain itu, koordinasi dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, dan instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Personel kami tempatkan sesuai kebutuhan di setiap lokasi guna memberikan pelayanan pengamanan serta menghadirkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti maupun beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Budi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Sejumlah kegiatan yang diperkirakan menarik jumlah peserta besar di antaranya Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas) dengan estimasi sekitar 100.000 peserta, pertandingan persahabatan Aston Villa melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang diperkirakan dihadiri sekitar 40.000 penonton, serta GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City dengan estimasi sekitar 20.000 pengunjung.
Selain itu, pengamanan juga diberikan pada sejumlah agenda lain, seperti SKYAVENUE 2026 di Istora Senayan, Social Chic 2026 di Stadion Madya GBK, konser Iwan Fals & Band di Kota Depok, Ministerial Convention and Stewardship Summit 2026 di Basilea Convention Center, pertunjukan musik Glenn Fredly Kembali ke Timur di Plaza Festival Kuningan, Milad Ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, hingga Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Jakarta Timur.
Untuk pengamanan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 7.643 personel gabungan.
Menurut Budi, pelayanan pengamanan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan terpadu melalui langkah preemtif serta preventif.
Upaya tersebut meliputi deteksi dini, patroli, pengamanan terbuka dan tertutup, hingga pengaturan arus lalu lintas secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Pelayanan pengamanan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan terpadu melalui langkah preemtif dan preventif, meliputi deteksi dini, patroli, pengamanan terbuka dan tertutup, serta pengaturan lalu lintas secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang akan menghadiri berbagai kegiatan tersebut agar datang lebih awal, memperhitungkan waktu perjalanan, memanfaatkan transportasi umum apabila memungkinkan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan, disarankan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polri 110,” tutup Budi.
