Journal Reportase
Ekonomi&Bisnis

Ribuan Cerita Nusantara Dinilai Jadi Modal Indonesia Tembus Industri Webtoon Dunia

JAKARTA- JOURNALREPORTASE- Indonesia menyimpan ribuan cerita yang belum selesai diceritakan. Legenda, mitologi, hingga budaya lokal yang diwariskan turun-temurun dinilai menjadi kekuatan baru yang berpotensi membawa Indonesia bersaing di industri webtoon global.

Potensi tersebut mengemuka dalam kegiatan Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia, program yang mempertemukan kreator Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun kolaborasi lintas negara. Melalui program ini, kedua pihak didorong menciptakan webtoon berkelas internasional tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia.

Tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, para kreator asal Korea Selatan juga menjalani perjalanan budaya selama delapan hari ke berbagai daerah di Indonesia.

Mereka mengunjungi desa, museum, hingga masjid untuk
mempelajari kehidupan masyarakat, tradisi, dan nilai-nilai budaya secara langsung.

Seluruh pengalaman tersebut menjadi bagian dari riset kreatif sebelum dikembangkan menjadi ide cerita webtoon.

Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun, mengatakan karya yang kuat lahir dari pengalaman yang autentik.

“Kami ingin memahami Indonesia secara langsung. Kami tidak hanya melihat tempat wisata, tetapi juga ingin memahami kehidupan masyarakatnya,” ujar Park, di Hotel Shagrila, Jakpus, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sulit ditemukan di negara lain. Keragaman budaya tersebut menjadi modal penting bagi industri kreatif, terutama dalam menghasilkan cerita yang mampu menyentuh emosi pembaca.

“Pembaca selalu mencari cerita yang menyentuh emosi. Indonesia memiliki banyak cerita seperti itu,” katanya.
Park menilai kualitas visual bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan sebuah webtoon. Cerita yang kuat justru menjadi daya tarik utama di tengah persaingan industri digital.

Ia juga menilai industri webtoon masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia, meski drama Korea telah lebih dahulu menguasai pasar hiburan nasional.

Karena itu, kolaborasi kreator Indonesia dan Korea dinilai sebagai langkah strategis untuk melahirkan karya yang mampu bersaing di tingkat global.
“Pameran ini menjadi awal lahirnya webtoon Indonesia berkelas dunia,” ujarnya.

Park mengungkapkan saat ini sekitar 700 kreator webtoon Korea Selatan telah bekerja sama dengan kreator dari berbagai negara. Indonesia dinilai sebagai salah satu mitra paling potensial karena memiliki ribuan cerita yang belum banyak dikenal masyarakat dunia.

Legenda Nusantara, menurutnya, menawarkan karakter yang kuat, nilai budaya yang kaya, serta identitas lokal yang dapat menjadi fondasi industri kreatif modern.

Pandangan serupa disampaikan Editor E-Jong News, Lee Chul Ho. Selama berada di Indonesia, ia mengaku tertarik pada besarnya minat masyarakat terhadap cerita horor.

Awalnya, ia menganggap fenomena tersebut sekadar tren hiburan. Namun setelah mengenal budaya Indonesia lebih dekat, ia menyadari bahwa kisah horor di Indonesia berakar kuat pada cerita rakyat dan legenda yang diwariskan lintas generasi.

“Saya penasaran mengapa masyarakat Indonesia menyukai horor. Jawabannya ternyata ada pada cerita rakyatnya,” ujar Lee.

Menurutnya, horor Indonesia tidak hanya menghadirkan rasa takut, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, moral, serta kepercayaan masyarakat.

“Banyak legenda Indonesia layak diangkat menjadi webtoon,” katanya.
Lee menilai pembaca global kini mulai mencari cerita yang berbeda. Keunikan budaya lokal justru menjadi daya tarik baru di pasar internasional, sehingga Indonesia memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sementara itu, CEO Kisai, Tessa Yadawaputri, mengatakan kerja sama dengan Korea Selatan menjadi kesempatan penting bagi kreator muda Indonesia untuk belajar langsung dari negara yang telah menjadi acuan industri webtoon dunia.

“Korea telah menjadi standar industri webtoon dunia. Kami ingin kreator Indonesia belajar langsung,” ujar Tessa.

Melalui program tersebut, peserta mempelajari teknik membangun karakter, menyusun alur cerita, hingga memahami standar produksi industri digital.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan itu juga memperluas wawasan kreator mengenai kebutuhan pasar global.
Tessa berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kreator Indonesia mampu menembus pasar internasional.

“Kami ingin melahirkan generasi kreator Indonesia berikutnya,” katanya.
Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari SMB Holdings yang memandang pengembangan industri webtoon sebagai investasi jangka panjang.

Perusahaan berharap Indonesia tidak hanya menjadi konsumen karya digital dari luar negeri, tetapi juga mampu menjadi produsen webtoon yang diperhitungkan di tingkat global.

Target tersebut dinilai realistis mengingat Indonesia memiliki sumber cerita yang sangat melimpah. Di tengah persaingan industri kreatif dunia, identitas budaya lokal justru menjadi pembeda yang tidak dimiliki banyak negara.

Legenda dan cerita rakyat Nusantara dinilai memiliki ruang besar untuk berkembang menjadi karya digital modern tanpa kehilangan akar budayanya.

Melalui media webtoon, warisan budaya yang selama ini hidup dalam tradisi lisan berpeluang menjangkau jutaan pembaca di berbagai belahan dunia. (AA)

Related posts

KAI Bandara Fasilitasi Penumpang Berbuka Puasa di Stasiun dan Dalam Kereta

Tumbuhkan Semangat di HYPEGROUND Mall of Indonesia

journalreportase

Dorong Komitmen Sosial, BRI Finance Gelar TJSL Ramadan di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram

Leave a Comment