Journal Reportase
News

Mahasiswa Geruduk Polda Metro, Pertanyakan Dasar Kenaikan Pangkat Komjen Asep Edi Suheri

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cinta Polri Indonesia (GMCPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Aksi yang dikoordinatori Hafiz Corebima itu mempertanyakan dasar kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan menyampaikan orasi yang menyoroti sistem pembinaan karier di lingkungan Polri. Mereka menilai kenaikan pangkat seorang perwira tinggi semestinya didasarkan pada prestasi, integritas dan pengabdian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Koordinator Lapangan GMCPI, Hafiz Corebima, mengatakan organisasinya tidak mempersoalkan kewenangan institusi dalam menentukan promosi jabatan. Namun, menurutnya, setiap keputusan strategis harus disertai penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami datang bukan untuk menyerang institusi Polri. Justru kami ingin Polri semakin dipercaya publik. Karena itu, kami meminta dasar kenaikan pangkat Komjen Asep Edi Suheri dibuka secara transparan. Publik berhak mengetahui indikator, prestasi, dan proses penilaiannya,” kata Hafiz dalam orasinya.

Ia menilai, penjelasan yang selama ini berkembang lebih banyak dikaitkan dengan perubahan status Polda Metro Jaya menjadi Polda Tipe A+ serta penyesuaian struktur organisasi.

“Kalau alasan utamanya hanya perubahan struktur organisasi, maka publik akan mempertanyakan di mana letak merit system yang selama ini menjadi dasar pembinaan karier di Polri. Pangkat harus diberikan karena prestasi, bukan semata konsekuensi perubahan organisasi,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa juga menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi selama kepemimpinan Asep Edi Suheri di Polda Metro Jaya. Menurut mereka, berbagai persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari evaluasi terhadap rekam jejak kepemimpinan sebelum diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat.

Selain menyampaikan kritik, GMCPI turut menyampaikan enam tuntutan kepada Polri, yakni membuka dasar dan indikator kenaikan pangkat Komjen Asep Edi Suheri, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinannya sebagai Kapolda Metro Jaya, mengusut dugaan tindakan represif aparat dalam sejumlah penanganan aksi demonstrasi, menyatakan penolakan atas kenaikan pangkat tersebut, menyampaikan mosi tidak percaya terhadap keputusan tersebut, serta mendesak Komjen Asep Edi Suheri memberikan klarifikasi kepada publik.

Hafiz menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara.

“Kami ingin Polri menjadi institusi yang semakin profesional dan akuntabel. Transparansi bukan ancaman bagi Polri, tetapi justru menjadi cara untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tutupnya.

Related posts

Tim Kuasa Hukum Terbang ke Jambi, Upaya Pengembalian Barang Istri Sah Ditolak Pihak Tersomasi

journalreportase

Abaikan Wacana Aksi Buruh Jelang 17-an, KSPSI Tegaskan Tak Ikut-ikutan!

redaksi JournalReportase

Gandeng BNPB Pusat dan Kodam XIII/Merdeka, HBL Foundation Salur Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

redaksi JournalReportase

Leave a Comment