JAKARTA – Desakan agar Kepolisian Republik Indonesia turun tangan langsung dalam pengungkapan kematian Agnes Jance Zebua menggema di depan Gedung Baharkam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2026.
Massa yang tergabung dalam Forum Juang Ono Niha menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa tuntutan pencopotan Kapolres Nias, Kasat Reskrim Polres Nias, hingga Kapolda Sumatera Utara karena dinilai gagal mengungkap kasus tersebut.
Dalam aksinya, para demonstran membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan ‘Mosi Tidak Percaya Polisi’, ‘Justice for Agnes Jance Zebua’ hingga tuntutan agar Kapolri membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Koordinator aksi, Kelfinus Bu’ulolo, menilai lambannya proses pengungkapan kasus telah melukai rasa keadilan masyarakat Nias.
“Sudah berbulan-bulan berlalu, tetapi belum ada kejelasan siapa pelaku dan bagaimana perkembangan penyidikannya. Kami datang ke Mabes Polri untuk menuntut keadilan bagi Agnes Jance Zebua dan meminta Kapolri mengambil alih penanganan kasus ini,” ujar Kelfinus dalam orasinya.
Massa juga secara terbuka mendesak pencopotan Kapolres Nias AKBP Agung Suprapto Dwi Cahyono dan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Sonifati Zalukhu. Menurut mereka, belum terungkapnya kasus tersebut menunjukkan lemahnya kinerja aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
“Jika aparat di daerah tidak mampu mengungkap kasus ini, maka Mabes Polri harus turun langsung. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi kepolisian,” tegas Kelfinus.
Usai berorasi, perwakilan massa melakukan audiensi dengan Divisi Propam Polri dan Bareskrim Polri. Dalam pertemuan tersebut, massa kembali menyampaikan tuntutan agar dilakukan evaluasi terhadap jajaran Polres Nias serta pembentukan tim khusus untuk mengusut kematian Agnes Jance Zebua.
Menanggapi aduan tersebut, perwakilan Divisi Propam Polri menjelaskan bahwa pihaknya hanya menangani dugaan pelanggaran etik dan disiplin anggota Polri. Sementara itu, perwakilan Bareskrim Polri menyatakan laporan yang disampaikan massa akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami pastikan persoalan ini akan kami tindak lanjuti. Silakan melengkapi laporan yang diperlukan agar dapat diproses lebih lanjut,” kata perwakilan Bareskrim saat menerima audiensi.
Aksi yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu ditutup dengan konferensi pers di depan Gedung Baharkam Mabes Polri. Forum Juang Ono Niha menegaskan akan terus mengawal kasus kematian Agnes Jance Zebua hingga pelaku terungkap dan proses hukum berjalan secara transparan.
Mereka juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut guna menjawab keresahan masyarakat Nias yang hingga kini masih menanti kepastian hukum.
