Journal Reportase
Breaking News

Kilang Balongan Pasok 12 Persen Kebutuhan BBM Nasional, Polri Audit Resertifikasi Sistem Pengamanan Obvitnas

INDRAMAYU- JOURNALREPORTASE – Kilang Balongan yang menjadi salah satu objek vital nasional (Obvitnas) strategis kembali menjalani Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang digelar Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri, Selasa (9/6/2026).

Audit dilakukan di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan sebagai upaya memastikan standar pengamanan tetap berjalan optimal dalam menjaga keberlangsungan operasional kilang yang menyuplai sekitar 12 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Kegiatan audit dibuka di RR-I ADM Building dan dipimpin Ketua Tim Audit, Kombes Pol Hadianur, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa resertifikasi bukan sekadar proses administrasi, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi sistem pengamanan.

“Ini medical check-up total. Kami pastikan lima elemen Sistem Manajemen Pengamanan tetap hidup dan sesuai Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2019. Kalau ada yang turun, harus diperbaiki. Taruhannya ketahanan energi,” ujar Hadianur.

Menurutnya, posisi Kilang Balongan sangat strategis bagi ketahanan energi nasional. Karena itu, seluruh aspek pengamanan harus dipastikan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman yang terus berkembang.

Audit resertifikasi SMP memiliki sejumlah manfaat penting bagi negara dan masyarakat. Pertama, memastikan pasokan BBM tetap aman melalui sistem pengamanan berlapis yang mencakup pengamanan perimeter, aspek HSSE hingga keamanan siber.

Dengan demikian, risiko gangguan distribusi akibat sabotase, aksi teror maupun kelalaian dapat diminimalkan.

Kedua, audit menjadi sarana peningkatan standar pengamanan agar selalu relevan dengan perkembangan ancaman terkini, termasuk serangan siber, penggunaan drone ilegal maupun potensi ancaman dari orang dalam (insider threat).

Melalui evaluasi ini, pola pengamanan, prosedur operasional standar (SOP), serta teknologi pendukung keamanan dapat terus diperbarui.

Ketiga, resertifikasi memastikan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengamanan tetap terjaga.

Sistem Manajemen Pengamanan mewajibkan personel keamanan memiliki kompetensi sesuai jenjang Gada Pratama, Gada Madya hingga Gada Utama.

Audit dilakukan untuk memastikan personel memahami prosedur tanggap darurat, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga penguasaan sistem access control.

Selain itu, sertifikat SMP juga menjadi bukti kepatuhan terhadap regulasi nasional yang penting dalam mendukung proses audit internasional, kebutuhan asuransi, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap keamanan objek vital nasional.

Executive GM RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa investasi pada sistem pengamanan merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi kerugian yang jauh lebih besar.

“Resertifikasi SMP ini investasi. Biaya audit tidak ada apa-apanya dibanding biaya jika insiden terjadi. Satu hari kilang shutdown bisa menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah,” katanya.

Sementara itu, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen  M. Syahduddi, menegaskan bahwa audit yang dilakukan Polri bertujuan memperkuat sistem pengamanan, bukan mencari kesalahan.

“Polri tidak audit untuk cari salah. Kami audit untuk memastikan Obvitnas kuat. SMP yang tersertifikasi ulang adalah jaminan bahwa energi Indonesia dijaga 24 jam. Itu wujud Polri Siap Terlihat dan Bermanfaat,” ujarnya.

Audit resertifikasi akan berlangsung selama beberapa hari dengan metode pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, simulasi pengamanan, serta wawancara terhadap seluruh departemen terkait di lingkungan objek vital nasional tersebut.

Melalui audit ini, Polri bersama Pertamina berupaya memastikan Kilang Balongan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga pasokan energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Related posts

Kerjasama Dengan Pemerintah Daerah, Kapolda Metro Resmikan Kampung Jawara Serpong

redaksi JournalReportase

Dihadirkan Persidangan, Saksi Ahli Sebut Kontruksi Dibangun Mahakarya Agung Senilai Rp 70 Milyar

redaksi JournalReportase

Dua Pelaku Penyebar Kebencian Ditangkap Polisi

redaksi JournalReportase

Leave a Comment