JAKARTA – Koalisi Danantara Monitor resmi mengajukan permohonan informasi kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna memperkuat pengawasan publik terhadap pengelolaan aset dan keuangan negara.
Permohonan tersebut mencakup akses terhadap Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025, Laporan Tahunan Tahun 2025, serta Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2026. Kepada BPK, koalisi juga meminta informasi terkait proses pemeriksaan dan hasil audit pengelolaan keuangan Danantara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik berjalan seiring dengan besarnya mandat Danantara sebagai pengelola investasi dan aset strategis negara.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai keterbukaan laporan keuangan merupakan syarat utama untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara.
“Kepercayaan investor tidak bisa dibangun tanpa transparansi. Keterbukaan laporan keuangan Danantara penting agar publik mengetahui proyek yang dijalankan, risiko yang dihadapi, serta tingkat pengembalian investasi yang dihasilkan. Transparansi adalah fondasi bagi iklim investasi yang sehat,” ujar Bhima.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Seira Tamara, menegaskan besarnya aset dan kewenangan yang dikelola Danantara harus diimbangi dengan standar keterbukaan yang tinggi.
“Danantara mengelola aset negara dalam jumlah sangat besar. Tanpa transparansi dan akuntabilitas yang memadai, ruang pengawasan publik akan menyempit dan risiko konflik kepentingan maupun korupsi menjadi lebih besar,” kata Seira.
Koalisi Danantara Monitor menilai akses publik terhadap laporan keuangan dan hasil audit merupakan bagian penting dari mekanisme checks and balances yang sehat. Keterbukaan diperlukan agar masyarakat dapat menilai kinerja, risiko, dan dampak pengelolaan investasi negara secara objektif.
Coordinator Enter Nusantara, Reka Maharwati, mengatakan generasi muda memiliki kepentingan langsung terhadap pengelolaan aset negara yang akan menentukan masa depan bangsa.
“Kami melihat pembahasan mengenai Danantara semakin luas di ruang publik, tetapi akses informasi yang tersedia masih terbatas. Anak muda berhak mengetahui dan ikut mengawal bagaimana aset negara dikelola karena dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar Reka.
Sementara itu, Outreach and Advocacy Manager CERAH, Bondan Andriyanu, menyoroti pentingnya transparansi investasi Danantara dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
“Danantara memiliki peran strategis dalam mendukung target pembangunan energi bersih Indonesia. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai arah dan keputusan investasi menjadi penting agar publik dapat memastikan dana negara benar-benar mendukung masa depan energi yang berkelanjutan,” jelas Bondan.
Koalisi Danantara Monitor menegaskan akan terus mengawal proses keterbukaan informasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik terhadap pengelolaan kekayaan negara.
