JAKARTA – Teras Perjuangan Mahasiswa bersama Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar diskusi dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Aula Mahbub Djunaidi, Kampus Unusia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Diskusi yang mengangkat tema ‘Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Zaman’ ini menghadirkan Birzu yang juga Komisaris DPK GMNI Universitas Pamulang (Unpam) Periode 2024–2025 sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Birzu menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan bangsa Indonesia sejak pertama kali dicetuskan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI.
“Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan bangsa Indonesia sejak dicetuskan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945. Sampai hari ini Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjadi perekat keberagaman masyarakat Indonesia,” kata Birzu.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, semangat persatuan harus terus diperkuat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
Birzu mengingatkan agar peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Perayaan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai persatuan, keadilan sosial, dan semangat gotong royong di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mahasiswa harus mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan sosial, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, para peserta diskusi menilai tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi bangsa saat ini. Tema tersebut dinilai menegaskan posisi Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus mencerminkan kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
