BOGOR -JOURNALREPORTASE- Pelaksanaan Festival Film Kabupaten Bogor dipastikan tetap berlangsung meskipun panitia menghadapi kendala pendanaan setelah dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) yang sebelumnya diharapkan untuk menunjang kegiatan tersebut dicabut.
Pencabutan dana Pokir yang berasal dari anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibawa, terjadi saat tahapan persiapan festival tengah berjalan. Kondisi ini membuat panitia harus melakukan berbagai penyesuaian serta mencari alternatif sumber pembiayaan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.
Ketua Panitia Festival Film Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan tersebut meskipun pencabutan dukungan dilakukan ketika proses persiapan acara sudah berlangsung.
“Kami menghormati keputusan yang diambil karena dana Pokir merupakan kewenangan pemiliknya. Namun tentu kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia,” ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan anggaran, panitia kini membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari sponsor, pelaku usaha, hingga mitra strategis yang memiliki perhatian terhadap pengembangan industri kreatif dan perfilman di Kabupaten Bogor.
Meski menghadapi keterbatasan pendanaan, antusiasme peserta justru menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, sebanyak 28 kecamatan telah tercatat mendaftarkan diri sebagai peserta Festival Film Kabupaten Bogor.
Panitia menilai festival tersebut bukan sekadar ajang kompetisi bagi para pembuat film daerah, melainkan juga bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya-karya kreatif yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bogor sebagai wilayah yang mendukung perkembangan industri film.
Selain menjadi ruang ekspresi bagi sineas lokal, festival ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku industri, dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Dengan dukungan para sineas, komunitas kreatif, dan masyarakat, Festival Film Kabupaten Bogor tetap optimistis dapat terselenggara sesuai agenda.
Panitia meyakini tantangan pendanaan yang muncul tidak akan mengurangi semangat untuk menghadirkan festival sebagai langkah awal mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi salah satu pusat perkembangan perfilman daerah di Indonesia.
