JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta mengadakan nonton bareng film pesta babi di sekretariatnya, kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Jakarta, Pian Andreo Manurung, menyatakan bahwa Papua seperti dijajah oleh pemerintahan sendiri.
“Kita harus taruh sikap kita atas penjajahan atas rakyat Papua, dalam film ini kita melihat satu kesamaan yang mana ingin kehidupan yang damai dan makmur dengan pemerintah yang mengirim ribuan tentara untuk PSN yang mana terbukti gagal. dengan membabat 2,5 juta hektar, hal ini yang perlu kita diskusikan kedepannya. bagaimana kedepannya yang mana mahasiswa di Jakarta yang memiliki akses penuh untuk berbicara langsung kepada pemerintah pusat,” kata Pian.
Ketua Bidang Organisasi GMKI Jakarta sekaligus tokoh muda Papua, Alfred Pabika, bilang ketidakadilan di Papua kini semakin dirasakan masyarakatnya.
“Bukan orang Papua saja. tapi terkadang isu disana tertutup dan banyak ketidakadilan yang mana negara terlibat disana, Papua bukan hanya berbicara Papua merdeka, kalau kita menyaksikan bersama, banyak sekali disana yang menyaksikan langsung,” ucap Alfred.
“Kejadian sama terjadi bagaimana pemodal ini yang bermain. PSN dijalankan militer dan militer keluar jauh dari kodrat mereka, ada seorang anggota TNI yang tidak bisa oprasi traktor artinya bukan tugas mereka,” tambahnya.
Ketua GMKI Jakarta, Andrew Matthew Sianturi, juga menegaskan jika kehancuran alam dan lingkungan hidup di Papua kian parah.
“Kita bisa bersama-sama menyaksikan kondisi yang saat ini terjadi di Papua, mungkin kita di jakarta memiliki banyak previlage dan tidak merasakan apa yang di rasakan mereka. Ini menjadi tugas GMKI untuk menyampaikan syalom allah di medan pelayanan kami, ke depannya kita akan membuat semacam seruan atau aksi di depan HAM atau istana dan panjang lebar kita berdiskusi, berapa banyak alam kita di habisi tapi kita tidak maju-maju. MBG tidak perlu, namun gratisan pendidikan, kita punya kapasitas membuat pendidikan gratis dan negara memelihara kebodohan ke depannya kita akan lakukan tindakan kongkrit sekecil apapun perjuangan itu tetap perjuangan,” tandas Andrew.
