JAKARTA – Masyarakat Papua menilai bahwa selama ini negara semakin intens dalam mengeksploitasi tanah mereka hanya untuk memuluskan kepentingan pihak tertentu semata.
Demikian ditegaskan oleh orator aksi unjuk rasa dari Front Anti Militerisme dan InvestasiĀ di depan Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
“Kita orang Papua adalah negara yang sudah merdeka, Papua memilik sumber daya alam yang melimpah, maka dari itu tanah Papua adalah bangsa yang sudah merdeka tetapi dibawah tekanan kolonial tanah Papua dijajah oleh bangsanya sendiri,” kata orator.
Bahkan lebih mengkhawatirkannya lagi tentang Papua ketika pada masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
“Kita melihat bahwa di rezim Prabowo tidak ada perubahan di tanah Papua,” tandasnya
Yang paling menyakitkan bagi banyak rakyat Papua adalah merasa suara mereka jarang didengar. Ketika masyarakat bicara soal hak hidup, tanah adat atau kekerasan militer, malah sering dicap separatis.
“Padahal banyak masyarakat hanya ingin hidup aman di tanah sendiri, tanpa takut ditembak, tanpa harus mengungsi, dan tanpa kehilangan identitas mereka sebagai orang Papua,” ucapnya.
Hingga hari ini Papua masih menjadi tanah yang kaya, tetapi rakyatnya terus hidup di tengah luka sejarah serta kekerasan.
“Dan ketidakadilan yang belum benar-benar selesai,” bebernya.
