JAKARTA -JOURNALREPORTASE- Polsek Tambora kembali menggelar kegiatan “Ngopi Kamtibmas di Pos Satkamling” bersama warga Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu malam (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Roa Malaka, Jalan Tiang Bendera V, itu dipimpin langsung Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat didampingi AKP Sudargo beserta jajaran.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban antara aparat kepolisian, pemerintah wilayah, dan masyarakat.
AKP Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara bersama-sama antara Polri dan warga.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjaga wilayah tetap aman dan kondusif. Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar Wahyu.
Sebagai bentuk pelayanan cepat kepada masyarakat, Polsek Tambora juga membagikan nomor telepon pribadi Kapolsek serta hotline Polsek Tambora agar warga dapat segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan mereka.
Selain membahas situasi kamtibmas, warga diberikan imbauan terkait antisipasi pencurian kendaraan bermotor dan pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Kapolsek Tambora mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan serta memastikan instalasi listrik maupun kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat Kompol Dr. Eko Adi Setiawan, Kasi TIK Polres Metro Jakarta Barat AKP Bambang Arianto, Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu, Lurah Roa Malaka Wendy Irmansyah, unsur TNI, Damkar, Satpol PP, FKDM, LMK, para Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat setempat.
Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan melalui program “Tambora Terpadu Tertib Aman dan Nyaman (NYAMAN)”.
Sementara itu, Kepala Damkar Sektor Tambora Joko Susilo turut mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang rawan terjadi di wilayah padat penduduk.
Dialog santai sambil ngopi itu berlangsung interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan lingkungan secara langsung kepada aparat kepolisian dan pemerintah setempat.
