“Tak ada ruang bagi pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan proses seleksi ini. Kelulusan peserta murni ditentukan oleh hasil seleksi yang objektif.”
JAKARTA-JOURNALREPORTASE- Proses seleksi Taruna serta Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 di Polda Metro Jaya resmi memasuki tahap pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap I.
Kegiatan ini digelar di Biddokkes Polda Metro Jaya, Jakarta, dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 April 2026.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 300 peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.
Para calon taruna dan taruni menjalani berbagai tahapan medis sebagai bagian dari proses seleksi yang ketat dan terstandar.
Tahap rikkes I menjadi salah satu bagian penting dalam keseluruhan proses seleksi. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap peserta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan untuk mendukung tugas kepolisian ke depan.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan mencakup kondisi fisik umum hingga pemeriksaan penunjang lainnya.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Metro Jaya, Muh. Dwita Kumu Wardana, menegaskan bahwa tahap ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum peserta melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
“Rikkes tahap I ini menjadi fondasi penting dalam menilai kesiapan fisik para peserta. Hanya mereka yang memenuhi syarat kesehatan yang dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya,” ujar Dwita dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani sejumlah item pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, persentase lemak, pemeriksaan tensi dan nadi, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata meliputi visus dan buta warna, serta pemeriksaan fisik.
Dwita menegaskan, pelaksanaan rikkes ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dalam menjalankan proses rekrutmen dengan prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan dilakukan oleh tim medis Biddokkes bersama panitia seleksi dengan pengawasan ketat agar berjalan objektif sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerimaan Taruna/Taruni Akpol 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa kuota khusus maupun titipan. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan masing-masing.
“Penerimaan Taruna/Taruni Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan proses seleksi ini. Kelulusan peserta murni ditentukan oleh hasil seleksi yang objektif,” tegasnya.
Untuk menjamin kemurnian proses seleksi, panitia menerapkan pengawasan berlapis mulai dari face matching, absensi peserta, hingga pengkodingan peserta guna mencegah potensi kecurangan. Selain itu, pengawasan juga melibatkan unsur Paminal, Itwasda, Provos serta pengawas eksternal dan IDI agar seluruh proses berjalan bersih dan akuntabel.
Dwita juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menawarkan jasa kelulusan atau meminta biaya dengan iming-iming dapat membantu peserta lolos seleksi. Jika menemukan praktik tersebut, masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center 110, Dumas Presisi, atau kanal pengaduan Propam.
Ia pun meminta para peserta untuk fokus mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental, maupun akademik.
“Yang menentukan kelulusan adalah kemampuan peserta sendiri, bukan janji atau titipan dari pihak mana pun,” pungkasnya.
