Jakarta – Keadaan terkini aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI, Andrie Yunus, masih dalam penanganan medis di RSCM.
Hal tersebut disampaikan Humas RSCM, drg Sylvia Fatridha Situngkir, dalam keterangan resminya, kepada Journalreportase.com, Selasa (31/3/2026) malam.
“Sampai saat ini pasien masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah pluastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan,” katanya.
Secara umum dijelaskan juga bahwa kondisi psikologis Andrie Yunus dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat.
Tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimail.
Sedangkan pada kondisi luka terus menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.
“Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik. Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” ucapnya.
Sebelumnya pada Sabtu 28 Maret 2026 lalu, Andrie menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi.
Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungliva.Adapun mata kanan itu sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata salama proses penyembuhan.
