Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPP GMNI mengadakan aksi memperingati Internasional Women’s Day (IWD) bertema ‘Perempuan Berdaulat, Berdikari dan Berkebudayaan’ di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).
Ketua Umum DPP GMNI, M. Risyad Fahlefi, dalam sambutannya mengatakan bahwa aksi ini merupakan seremoni memperingati atas kesetaraan perjuangan kaum perempuan.
“Yang bersatu padu melawan, perjuangan perempuan tidak boleh redup karena masih ada ketimpangan hak antara laki laki dan perempuan,” kata Risyad.
Dia bilang jika perempuan harus berdaya dari sektor apapun, perempuan harus memiliki kapasitas terdidik untuk melahirkan generasi berikutnya.
“DPP GMNI memiliki konsentrasi untuk mengesahkan UU PPRT, karena masih banyak hak dan ketimpangan baik upah dan jam kerjanya, untuk itu UU ini harus disahkan, kita sebarkan semangat hari perempuan,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPP GMNI, Ainun Samidah, menyatakan kalau kaum perempuan Indonesia terutama kaum marhaen yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga yang selama 22 tahun belum ada perlindungan.
“Agenda ini hasil dari konsolidasi untuk menyuarakan kaum marhaen untuk mendapatkan kesetaraan,” tegas Ainun.
