Journal Reportase
News

Kehadiran Militer di Papua Timbulkan Berbagai Persoalan Sosial

Jakarta – Papua dengan sejumlah persoalan yang mendera terutama konflik maupun kekerasan akibat militerisme yang sejauh ini terjadi berpotensi terus mengarah pada peningkatan.

Hal itu disampaikan oleh Gerald Kosamah yang merupakan Ketua Lembaga Kajian Isu Strategis Papua pada diskusi publik ‘Papua Dalam Cengkraman Militerisme’ di kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakpus, Selasa (3/2/2026).

“Persoalan papua sangat kompleks tidak selesai juga oleh pemerintah,” kata Gerald.

Dirinya lantas mencontohkan efek jangka panjang dari adanya konflik terlihat jelas pada keberadaan pengungsian yang kondisinya cukup miris.

“Masalah di Papua makin bertambah, angka pengungsian 100 ribu orang lebih karena pendekatan militerisme yang dibangun negara,” ujar Gerald.

Sejauh ini adanya militer di tanah Papua juga lebih banyak dampak negatifnya daripada manfaat baik yang dirasakan oleh warga setempat

“Aparat militer sampai 30 ribu lebih di Papua dengan berbagai misi khususnya mengawal PSN yang mana kehadiran mereka akan sebabkan persoalan sosial terutama daerah konflik banyak kekerasan militer terhadap masyarakat sipil juga perempuan,” ucapnya.

Maka dari itu, dengan tegas disimpulkannya kalau militeristik yang selama ‘menghantui’ Papua ini telah melahirkan beragam masalah.

“Pendekatan militeristik menyebabkan persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi sampai mengancam nyawa anak Papua,” pungkasnya.

Related posts

Rentetan Kekerasan TNI terhadap Sipil: Bukti Kegagalan Sistemik dan Darurat Reformasi Militer

redaksi JournalReportase

Lalai Jaga Jarak Aman Berkendara Kerap Picu Kecelakaan Lalu Lintas

redaksi JournalReportase

Kokohkan Persatuan, Koordinator AB3 Terus Sampaikan Seruan Pemilu Damai

redaksi JournalReportase

Leave a Comment

KLIK BAHASA BERITA»