TARAKAN – Menjelang peringatan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), aktivitas penyeberangan speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu 1, Kota Tarakan, terpantau aman dan lancar. Hingga Sabtu (20/12/2025) atau H-5 Natal, belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang signifikan di pelabuhan yang menjadi urat nadi transportasi perairan di Kalimantan Utara tersebut.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Widya Ayu Saraswati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi arus mudik dan balik. Salah satu langkah utamanya adalah pengoperasian Posko Terpadu Pelayanan Nataru yang mulai disiagakan hari ini hingga 4 Januari 2026 mendatang.
“Posko ini merupakan hasil sinergi lintas instansi, mulai dari KSKP, Polairud, KKP, Jasa Raharja, Distrik Navigasi, KSOP, hingga BPBD. Tujuannya untuk memastikan pengawasan dan pemantauan aktivitas pelabuhan berjalan maksimal demi keamanan penumpang,” ujar Widya.
Prediksi Lonjakan dan Kapasitas Penumpang
Meski saat ini kondisi masih normal, pihak pengelola pelabuhan memprediksi peningkatan arus penumpang akan mulai terjadi pada 23 hingga 24 Desember. Berdasarkan data historis, Pelabuhan Tengkayu 1 memiliki kapasitas tampung yang cukup besar, yakni sekitar 2.000 hingga 3.000 penumpang per hari.
Untuk transparansi informasi, UPTD Pelabuhan akan memperbarui data penumpang setiap sore setelah keberangkatan terakhir pukul 16.10 WITA. Informasi tersebut dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui papan data di Ruang Tunggu Keberangkatan.
Tarif Tetap Stabil Sesuai Pergub
Mengenai biaya keberangkatan, Widia menegaskan tidak ada kenaikan tarif tiket selama periode Nataru. Harga tiket masih mengacu pada Pergub No. 27 Tahun 2020 tentang Pedoman Penetapan Tarif Angkutan Penyeberangan Antar Kabupaten/Kota di Kaltara.
Berikut adalah rincian tarif tiket keberangkatan dari Tarakan:
Tanjung Selor (Bulungan): Rp145.000
Nunukan / Sungai Nyamuk: Rp280.000
Malinau: Rp310.000
Tidung Pale (KTT): Rp235.000
Sembakung: Rp315.000
Pulau Bunyu: Rp120.000
Sebagai bentuk pelayanan inklusif, pemerintah juga memberikan potongan harga sebesar 50% bagi penyandang disabilitas untuk seluruh rute tersebut.
Dengan kesiapan armada dan posko pengamanan yang ketat, otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan memantau jadwal keberangkatan secara berkala guna kenyamanan bersama selama perjalanan libur akhir tahun.
(Ahmad Syaukani dan Ferry Ferdinand)
